INTERNASIONAL

Unjuk Kekuatan Militer, Presiden Cina Serukan Perdamaian Dunia

Xi Jinping
Presiden Cina Xi Jinping berpidato saat peringatan Hari Kemenangan di Tiananmen Square pada Rabu (3/8). (Foto: Dok. China Military)

Jakarta, IDM – Cina menggelar parade militer yang memamerkan ratusan alutsista di Beijing pada beberapa waktu lalu, guna memperingati 80 tahun berakhirnya Perang Dunia II. Dalam kesempatan itu, Presiden Cina Xi Jinping menegaskan komitmen dalam menjaga perdamaian dunia.

Diapit oleh Presiden Rusia Vladimir Putin dan Kim Jong Un dari Korea Utara, Xi juga mengundang beberapa pemimpin lainnya termasuk Presiden RI Prabowo Subianto.

Baca Juga: Presiden Prabowo Sepakat Perkuat Kemitraan Strategis Indonesia dengan China

Melansir laman resmi militer Cina China Military, Kamis (4/8), helikopter mengudara di atas Tiananmen Square membawa spanduk bertuliskan "Justice Prevails, Peace Prevails, The People Prevail." Lebih dari 10.000 pasukan membentuk formasi sempurna, diikuti konvoi ratusan unit militer seperti kendaraan lapis baja, artileri hingga drone.

Parade militer Cina
Helikopter mengudara di atas Tiananmen Square membawa spanduk bertuliskan "Justice Prevails, Peace Prevails, The People Prevail" saat parade militer pada Rabu (3/8). (Dok. China Military)

Dalam pidatonya, Xi menyatakan bahwa parade militer ini merupakan peringatan 80 tahun kemenangan atas penjajahan Jepang. Bagi Cina, 3 September adalah hari kemenangan setelah Jepang menyerah pada 2 September 1945.

Helikopter mengudara
Helikopter mengudara di atas Tiananmen Square membawa spanduk bertuliskan "Justice Prevails, Peace Prevails, The People Prevail" saat parade militer pada Rabu (3/8). (Foto: Dok. China Military)

Lebih lanjut, ia memperingatkan bahwa "umat manusia kembali dihadapkan pada pilihan antara perdamaian atau perang, dialog atau konfrontasi, dan saling menguntungkan atau zero-sum game."

ratusan alutsista
Cina memamerkan ratusan alutsista saat parade militer di Tiananmen Square pada Rabu (3/8), (Foto: Dok. China Military)

Baca Juga: Efek Serangan Israel, PBB Sebut 21 Ribu Anak di Gaza Jadi Penyandang Disabilitas

Ia pun menegaskan komitmen Cina dalam menjaga kedaulatan dan mempertahankan perdamaian dunia. "Rakyat Cina akan berdiri teguh di sisi sejarah yang benar dan di sisi pembangunan manusia, berpegang teguh pada jalur damai, dan bergandengan tangan dengan seluruh dunia untuk membangun masa depan bersama," imbuhnya.

Ia turut menyerukan negara-negara lain untuk "menghilangkan akar penyebab perang dan mencegah terulangnya tragedi sejarah." (bp)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.