Ukraina Terima Bantuan Militer Rp11,48 Triliun dari AS

Jakarta, IDM - Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden pada, Rabu (13/4) mengatakan pihaknya akan memberikan bantuan ke Ukraina senilai 800 juta dolar AS atau setara dengan Rp11,48 triliun.
Biden memberikan pernyataan tersebut setelah menjalin komunikasi dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky. Untuk diketahui, total bantuan militer AS sejak Rusia menginvasi Ukraina pada Februari telah mencapai lebih dari 2,5 miliar dolar atau setara dengan Rp 35,86 triliun.
Bantuan tersebut termasuk sistem artileri, peluru artileri, pengangkut personel lapis baja dan kapal pertahanan pantai tak berawak.
Biden menambahkan ia telah menyetujui untuk mengirim helikopter tambahan dan beberapa peralatan untuk Ukraina.
"Kita tidak bisa istirahat sekarang, saya telah meyakinkan Presiden Zelensky bahwa rakyat Amerika akan terus berdiri dengan rakyat Ukraina dan berani dalam memperjuangkan kebebasan," ujar Biden yang dikutip dari Reuters, pada Kamis (14/4).
Selain itu, Juru Bicara Pentagon John Kirby mengatakan bahwa sebagian sistem pertahanan itu juga meliputi Howitzer dan radar,serta pelatihan tambahan bagi militer Ukraina yang tidak terbiasa menggunakan peralatan militer AS. (BFM)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































