Ukraina Dapat Bantuan Militer Tambahan Senilai $2 Miliar Dari Sekutu

Jakarta, IDM – Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan bahwa pihaknya akan menerima bantuan militer tambahan senilai $2 miliar setelah pertemuan Kelompok Kontak Pertahanan Ukraina di Ramstein, Jerman pada beberapa waktu lalu.
"Kami mengadakan pertemuan yang sangat baik dan hasil yang sangat baik. Ada $2 miliar dalam bentuk paket bantuan tambahan untuk Ukraina," katanya melansir The Guardian, Jumat (10/1).
Baca Juga: Swedia Akuisisi 44 Tank Leopard 2 A8
Ia menuturkan, bantuan itu meliputi pertahanan udara, teknologi informasi, sistem penjinak ranjau, peralatan untuk angkatan laut dan angkatan udara serta artileri. Ia pun menekankan pentingnya strategi untuk mendukung Ukraina di tahun ini.
Baca Juga: Ukraina Sebut Rusia Luncurkan 40.000 Bom Berpemandu pada 2024
Ukraina seringkali mendapatkan bantuan militer dari sekutu tapi terkadang mengkritik mereka karena keterlambatan dan jumlah pasokan yang tidak mencukupi. Sedangkan, Presiden Rusia Vladimir Putin telah memperingatkan bahwa pasokan militer lebih banyak senjata ke Ukraina tidak akan mengubah situasi di medan perang dan hanya akan memperpanjang konflik. (bp)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































