Turki: Pakta Pertahanan Trilateral Tak Ditujukan ke Negara Mana Pun

Jakarta, IDM – Menteri Luar Negeri Turki Hakan Fidan, mengatakan bahwa pakta pertahanan trilateral dengan Arab Saudi dan Pakistan tidak menganggap Iran atau negara mana pun sebagai ancaman bersama.
"Tidak ada ancaman bersama yang kami cantumkan secara tertulis," ujar Fidan, melansir Anadolu, Minggu (9/8), seraya menambahkan bahwa pihak yang tidak menyerang negara penandatangan tidak akan dianggap sebagai sasaran.
Baca Juga: Hari Jadi ASEAN ke-59, Indonesia Tekankan Pentingnya Menjunjung Kepentingan Rakyat
Fidan menyebut pakta itu "secara teknis" mirip dengan klausul pertahanan kolektif Pasal 5 NATO, di mana serangan terhadap satu anggota dianggap sebagai serangan terhadap seluruh anggota. Namun, respons yang diberikan akan bergantung pada situasi dan kondisinya.
Ia menuturkan, negara yang diserang harus mengajukan permintaan bantuan dan merinci jenis dukungan yang dibutuhkan. Dukungan itu bisa mencakup berbagai hal, mulai dari intelijen dan logistik hingga amunisi atau pengerahan unit militer.
Turki, Arab Saudi dan Pakistan akan bekerja sama dalam latihan gabungan, pertukaran intelijen, logistik, penilaian ancaman, interoperabilitas militer hingga industri pertahanan.
Salah satu isu utama yang dibahas oleh ketiga pemimpin saat menandatangani kesepakatan di Mekkah, kata Fidan, adalah bagaimana mereka dapat saling memanfaatkan teknologi militer masing-masing.
Baca Juga: Ini Alasan Arab Saudi, Pakistan dan Turki Teken Pakta Pertahanan
Ia mengungkapkan, proses perancangan perjanjian telah berlangsung selama sekitar dua tahun delapan bulan. Dengan demikian, kesepakatan ini tidak disusun semata-mata sebagai respons terhadap ketegangan terkini yang melibatkan Amerika Serikat (AS) dan Iran.
Fidan menggambarkan kesepakatan itu sebagai bagian dari upaya yang lebih luas untuk memberikan tanggung jawab lebih besar kepada negara-negara kawasan atas keamanan mereka sendiri. "Kekuatan hegemonik eksternal yang masuk ke kawasan ini tidak menyelesaikan masalah; mereka justru memperparah keadaan," ujarnya.
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































