INTERNASIONAL

Trump Ungkap Alasan Tarik Mundur Pesawat Pengebom B-1 dari Inggris

Presiden AS Donald Trump
Presiden AS Donald Trump saat menjawab pertanyaan media di depan Gedung Putih (Foto: Dok. YouTube/The White House)

Jakarta, IDM – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan bahwa alasan dibalik keputusan menarik seluruh pesawat pengebom B-1 dari Pangkalan Angkatan Udara Kerajaan Inggris (RAF) karena adanya ancaman.

Sebelumnya, juru bicara Departemen Perang AS mengungkapkan bahwa pesawat pengebom B-1 telah meninggalkan Pangkalan RAF Fairford. Pangkalan itu digunakan Washington untuk melancarkan serangan terhadap situs rudal Iran yang diklaim mengancam pelayaran kapal di Selat Hormuz.

"Ada beberapa ancaman," ujar Trump saat ditanya media apakah ada ancaman spesifik yang menyebabkan AS menarik pesawat pengebom B-1 dari Pangkalan Udara RAF, melansir siaran YouTube The White House, Selasa (6/10).

Baca Juga: AS Tarik Mundur Pesawat Pembom B-1 dari Inggris Usai Potensi Teror

"Dan daripada memancing musuh, kita akan menangkap musuh dan mengalahkan musuh, lalu mengapa kita harus membiarkan mereka di sana? Jadi kami memindahkan mereka sedikit, tidak terlalu jauh," imbuhnya.

Trump menambahkan bahwa AS "sebenarnya mengetahui pihak yang melontarkan ancaman tersebut." Ia tidak mengungkapkan siapa pelakunya tetapi kemudian mengatakan bahwa mereka "kemungkinan terkait dengan Iran".

Awalnya, AS mengerahkan 12 pesawat pengebom B-1 di RAF Fairford. Namun, pangkalan itu sempat dikabarkan menjadi target rencana serangan bom yang didalangi Iran. Pada 27 September lalu, kepolisian Inggris menangkap lima pria atas dugaan berencana memasang bahan peledak di dekat pangkalan tersebut.

Baca Juga: Selat Hormuz jadi Isu Utama dalam Perundingan Damai Iran dengan AS

Setelah proses penyelidikan, otoritas terkait menemukan bensin tetapi tidak menemukan alat peledak di dalam mobil van mereka. Kelima pria berkewarganegaraan Inggris itu dibebaskan dengan jaminan polisi.

Iran menepis terlibat dalam insiden tersebut dan menyebutnya sebagai tuduhan yang tidak berdasar. Iran juga memanggil duta besar Inggris di Teheran untuk membahas masalah tersebut.

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.