Trump Menolak Kebijakan Ekspansionis Israel di Tepi Barat

Jakarta, IDM – Otoritas Amerika Serikat (AS) mengungkapkan bahwa Presiden Donald Trump mengecam kebijakan perluasan pendudukan Israel di Tepi Barat, Palestina.
"Tepi Barat yang stabil menjaga keamanan Israel dan sejalan dengan tujuan pemerintahan ini untuk mencapai perdamaian di kawasan tersebut," kata otoritas tersebut, melansir Reuters, Selasa (10/2).
Baca Juga: Wapres Palestina Serukan Dukungan Hentikan Perluasan Pendudukan Israel di Tepi Barat
Pernyataan itu muncul setelah Menteri Keuangan Israel Bezalel Smotrich, dan Menteri Pertahanan Israel Katz, mengumumkan langkah-langkah baru yang memperluas kendali Israel atas wilayah Palestina yang diduduki.
Langkah-langkah itu juga mempermudah Israel dalam memperoleh tanah di Tepi Barat untuk pemukiman baru, yang ilegal menurut hukum internasional.
Baca Juga: Pendudukan Israel di Gaza Berlanjut, Hamas Tolak Pelucutan Senjata
Sebelumnya, Indonesia bersama tujuh negara lainnya juga mengecam langkah Israel yang akan “memperkuat aktivitas pemukiman, dan memberlakukan realitas hukum dan administratif baru di Tepi Barat yang diduduki, sehingga mempercepat upaya aneksasi ilegal dan pengusiran rakyat Palestina”. (bp)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































