Trump Klaim Perang dengan Iran akan Berakhir

Jakarta, IDM – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengklaim bahwa kesepakatan telah diraih, yang dapat mendorong penyelesaian konflik dengan Iran.
Baca Juga: Kompak! 22 Negara Termasuk AS Peringatkan Iran Stop Teror
Sebelumnya, Trump melalui platform Truth Social mengatakan bahwa ia telah "membatalkan serangan dan pemboman yang dijadwalkan terhadap Iran malam ini" karena "diskusi dan poin-poin akhir telah disetujui, baik secara konsep maupun detail."
Sementara, juru bicara Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Iran Esmaeil Baghaei mengatakan bahwa "bagian utama" dari nota kesepahaman dengan AS telah disepakati. Namun, ia menyebut sikap kontradiktif AS telah merusak proses diplomatik tersebut.
Melansir AA, Jumat (12/6), ia mengatakan bahwa AS dalam beberapa hari terakhir telah mencoba memaksakan "tuntutan yang tidak biasa." Kendati demikian, kata dia, "Iran tidak akan pernah menyerah pada kondisi yang tidak sah."
Baca Juga: Taiwan Kerahkan Roket Thunderbolt dan Meriam AS, Bikin ‘Kill Zone’ di Pesisir Pantai
Ia pun menegaskan, para mediator tetap aktif menjalankan upaya diplomasi dan Iran telah menyampaikan posisinya kepada mereka "dengan sangat jelas."
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































