Trump akan Kirim Negosiator Bertemu Putin Bahas Akhiri Konflik

Jakarta, IDM – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan bahwa rencana untuk mengakhiri perang di Ukraina telah "disempurnakan" dan ia akan mengirim Utusan Khusus AS Steve Witkoff untuk bertemu dengan Presiden Rusia Vladimir Putin.
Baca Juga: Delegasi AS dan Rusia Bertemu untuk Perundingan Damai
Melansir AP, Rabu (26/11), Trump membuka peluang bahwa ia mungkin bertemu dengan Putin dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky. Namun, pertemuan ini hanya akan terwujud jika telah ada kemajuan signifikan dalam perundingan damai.
Ia pun menuturkan, menyelesaikan perang Rusia-Ukraina itu sulit. Kendati demikian, proses negosisi terus dilakukan berdasarkan proposal damai berisi 28 poin yang diajukan AS. "Itu bukan rencana, itu adalah sebuah konsep," kata Trump terkait proposal damai tersebut.
Baca Juga: Rusia-Ukraina Saling Serang di Tengah Upaya Perundingan Damai
Selain itu, ia juga mengatakan bahwa Witkoff mungkin akan bertemu dengan Putin minggu depan di Moskow bersama menantunya, Jared Kushner dan delegasi lainnya. "Orang-orang mulai menyadari bahwa ini adalah kesepakatan yang baik bagi kedua belah pihak," kata Trump. (bp)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































