Tinjau Harwat Persenjataan, Danpussenarmed Kunjungi Industri Pertahanan Prancis

Jakarta, IDM - Danpussenarmed Mayjen TNI Yudhy Chandra Jaya yang didampingi Dirbinlitbang Pussenarmed Kolonel Armed Maryudi bersama perwakilan industri pertahanan dalam negeri Mayjen (Purn.) Son Haji melakukan kunjungan kerja ke kantor pusat Nexter, Versailles, Prancis, Senin (23/1).
Dalam lawatannya, Yudhy mendapatkan penjelasan tentang Pemeliharaan dan Perawatan (HARWAT) Caesar munisi kaliber 105 dan 155mm. Selain itu, Danpussenarmed bersama jajarannya juga menerima penjelasan mengenai LG I MK III dan cara meningkatkan meriam GS Caesar di Pabrik yang berada di Roanne. Lalu, mereka berkeliling dalam agenda Factory Tours produksi Meriam LG I MK III, howitzer kaliber 105 mm dilengkapi sistem komputer balistik untuk setting akurasi pembidikan dan kontrol tembak presisi.

Baca: NATO Desak Jerman dan Sekutu Pasok Tank ke Ukraina
Nexter merupakan perusahaan industri pertahanan Prancis yang menjadi salah satu perusahaan alutsista dan amunisi utama di wilayah Eropa. Sebelumnya, PT. Pindad dan Nexter sudah menjalin kerja sama untuk konten lokal kendaraan taktis 4x4 Komodo Nexter berbagai tipe dan Caesar 155 mm Howitzer pada tahun 2017-2020. Kerja sama ini membentuk hubungan mitra yang kuat di bidang pertahanan, khususnya dengan adanya penandatanganan Nota Kesepahaman oleh PT. Pindad. (bp)
Hankam

Deretan Senjata Tempur Denjaka untuk Operasi Khusus Aspek Laut
Di balik nama Detasemen Jalamangkara (Denjaka), tersimpan daya gempur yang ditopang oleh persenjataan lintas platform. Satuan elite penanggulangan teror aspek laut TNI AL ini mengandalkan beragam senapan dan pistol khusus dari berbagai negara untuk menuntaskan misi di tri-matra.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































