NATO Desak Jerman dan Sekutu Pasok Tank ke Ukraina

BACA JUGA

ads-custom-1

Jakarta, IDM – Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg mendesak Jerman dan negara-negara anggota aliansi itu untuk segera mengirimkan tank tempur serta persenjataan ke Ukraina. Desakan itu diserukan seiring dengan keputusan Amerika Serikat (AS) untuk menambah bantuan pertahanan ke Ukraina dalam waktu dekat.

Dilansir dari Nato.int, Selasa (24/1), Stoltenberg menghadiri Welt Economic Summit untuk bertemu Menteri Pertahanan Boris Pistorius dan para pemimpin bisnis Jerman di Berlin. Ia membahas pentingnya dukungan berkelanjutan untuk Ukraina, investasi pertahanan dan keamanan di dunia semakin kompetitif.

“Pada momen genting dalam perang ini, kita harus menyediakan senjata yang lebih berat dan lebih canggih ke Ukraina. Kita harus segera melakukannya,” ujar Stoltenberg.

Stoltenberg menekankan bahwa Presiden Rusia Vladimir Putin sedang merencanakan serangan baru dan tidak ada indikasi dia akan mengubah tujuannya untuk mengendalikan Ukraina. Sehingga, upaya negara-negara anggota NATO yang harus dilakukan adalah dengan memperjelas bahwa Rusia tidak dapat menang di medan perang.

“Tank tempur tentu saja penting untuk menghadapi serangan baru Rusia, tetapi penting pula bagi Ukraina agar bisa merebut kembali wilayah mereka dan menang sebagai negara merdeka dan berdaulat di Eropa,” ujarnya.

Kemudian Pistorius mengonfirmasi bahwa Jerman sedang melakukan pembicaraan dengan negara-negara sekutu terkait kemungkinan pengiriman tank Leopard ke Ukraina. Menurutnya, sembari menunggu diskusi yang masih berlangsung, negara lain yang memiliki tank Leopard 2 buatan Jerman dapat memulai misi pelatihan militer di Ukraina.

Baca: Italia Akan Kirim Pertahanan Udara Samp-T ke Ukraina

“Kami mendorong mitra-mitra kami, jika mereka memiliki tank Leopard, mereka dapat memulai melatih militer Ukraina. Kami tidak akan menghalangi itu.”

Pemerintah Jerman terus menghadapi tekanan untuk memasok tank Leopard 2 ke Ukraina. Namun, Jerman masih mempertimbangkan rencana tersebut dan terus berkomunikasi dengan Amerika Serikat maupun sekutu. (bp)

ads-custom-2

EDISI TERBARU

sidebar
ads-custom-5

BERITA TERBARU

ads-custom-5

POPULER