PARLEMEN

Tetangga tak Boleh Sekadar Dekat, Komisi I DPR RI Dorong Indonesia-Australia Perkuat Poros Pertahanan dan Pendidikan

Ketua Komisi I DPR RI Utut Adianto
Ketua Komisi I DPR RI Utut Adianto. (Foto: Dok. DPR RI)

Jakarta, IDM – Ketua Komisi I DPR RI Utut Adianto mendorong Indonesia dan Australia meningkatkan kemitraan strategis menuju kerja sama yang lebih substantif di berbagai sektor.

Menurutnya, posisi kedua negara sebagai tetangga dekat harus menjadi modal utama untuk membangun kolaborasi yang lebih produktif, terutama dalam bidang pertahanan, pendidikan, ekonomi, dan hubungan antarmasyarakat.

Hal tersebut disampaikan Utut usai menerima kunjungan Assistant Minister for Foreign Affairs and Trade sekaligus Assistant Minister for Immigration Australia, Matt Thistlethwaite MP, di Kompleks Parlemen, Selasa (14/7).

Baca Juga: DPR: Jangan Biarkan Konflik Polri-Kejaksaan jadi Celah Koruptor Melawan Negara!

Utut menilai tantangan keamanan kawasan dan dinamika geopolitik Indo-Pasifik menuntut Indonesia dan Australia memperkuat komunikasi strategis sekaligus memperluas kerja sama yang mampu meningkatkan ketahanan kawasan secara kolektif.

"Sebagai negara bertetangga, kita memiliki kepentingan yang sama menjaga stabilitas kawasan. Karena itu, hubungan yang baik harus diwujudkan dalam kerja sama nyata yang memberi manfaat bagi kedua bangsa," kata Utut.

Selain membahas penguatan kerja sama pertahanan yang berorientasi pada aspek defensif, kedua pihak juga membicarakan peningkatan akses pendidikan melalui perluasan beasiswa serta penyelesaian persoalan visa mahasiswa Indonesia.

Baca Juga: Polri Bongkar Mega Korupsi, DPR Beri Peringatan Keras: Jangan Sampai Penegakan Hukum Ditunggangi Politik!

Komisi I DPR RI juga menyambut undangan Pemerintah Australia untuk melakukan kunjungan balasan sebagai bagian dari penguatan diplomasi parlemen.

Utut berharap kunjungan tersebut menghasilkan tindak lanjut konkret berupa program kerja bersama yang dapat segera direalisasikan.

"Diplomasi parlemen harus menghasilkan solusi dan kerja sama yang nyata, bukan sekadar mempererat hubungan secara simbolis," pungkasnya.

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.