Terkait Ukraina, Rusia Sebut Komunikasi dengan AS Berjalan Baik

Jakarta, IDM – Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan bahwa komunikasi dengan Amerika Serikat (AS) terkait kesepakatan damai Ukraina berjalan dengan sangat baik namun masih perlu waktu panjang untuk mengharapkan hasil.
"Semuanya berjalan dengan sangat baik. Namun, tentu saja, tidak mungkin mengharapkan hasil instan," ujar Peskov saat interview di televisi pemerintah Rusia, melansir Reuters, Senin (14/4).
Baca Juga: Komandan Pangkalan Militer Dipecat Usai Mengkritik Agenda AS Terhadap Greenland
Peskov menuturkan, alur komunikasi antara Rusia-AS berlangsung di beberapa level termasuk melalui kementerian luar negeri, badan intelijen, dan utusan investasi Putin, Kirill Dmitriev. Ia juga menyoroti pemulihan hubungan antara keduanya membutuhkan kerja keras.
Baca Juga: Inggris Tambah Bantuan Militer Sebesar £450 ke Ukraina
Presiden Donald J. Trump telah berulang kali mengaku ingin menengahi Ukraina-Rusia. Pada Sabtu lalu, ia mengutus Steve Witkoff untuk bertemu Presiden Rusia Vladimir Putin di St. Petersburg. Menurut Trump, diskusi yang bertujuan untuk mengakhiri perang itu berjalan dengan baik tetapi "ada titik di mana Anda harus menyerah atau diam". (bp)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































