Terkait Proposal Damai dari AS, Putin Sebut Ada Poin yang tidak Dapat Disepakati

Jakarta, IDM – Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan bahwa beberapa poin dalam proposal rencana damai dengan Ukraina, yang diajukan oleh Amerika Serikat (AS), tidak dapat disepakati.
Sebelumnya, Putin telah bertemu dengan Utusan Khusus AS Steve Witkoff dan menantu Presiden AS Donald Trump, Jared Kushner. Perbincangan yang berlangsung selama 5 jam itu membahas rencana damai dengan Ukraina.
Meskipun ia menilai perundingan itu "bermanfaat", ia juga mengakui jalan menuju damai tidaklah mudah dan beberapa poin dalam proposal AS tidak dapat diterima.
Baca Juga: Peringati Hari AIDS Sedunia, Satgas Indo RDB MONUSCO Gelar Penyuluhan
“Kami harus membahas hampir setiap poin, itulah sebabnya butuh waktu yang lama. Itu adalah percakapan yang bermakna, sangat spesifik, dan substantif," ujarnya dalam perbincangan dengan India Today, sebelum tiba di New Delhi untuk kunjungan kenegaraan, dikutip pada Jumat (5/12).
"Terkadang kami berkata, ‘Ya, kami bisa membahas ini, tetapi dengan yang itu kami tidak bisa sepakat," tambahnya.
Lebih lanjut, ia mengatakan proposal perdamaian AS yang terdiri dari 28 poin dipangkas menjadi 27 poin dan dibagi menjadi empat. Namun, ia tidak menjelaskan apa yang bisa diterima maupun ditolak Rusia.
Baca Juga: Dukung Kesehatan Warga Lokal, Satgas Yonmex UNIFIL Gelar Pemeriksaan Kesehatan
"Jika menilai sekarang apa yang sebenarnya tidak sesuai dengan kita atau di mana kita bisa bersepakat tampaknya terlalu dini, karena hal itu dapat mengganggu operasi yang sedang coba dibangun oleh Presiden Trump," imbuhnya.
Ia juga mengapresiasi upaya perdamaian yang didorong Pemerintahan Donald Trump. Menurutnya, mencapai konsensus di antara pihak-pihak yang bertikai bukanlah tugas yang mudah.
Putin kembali menekankan bahwa Rusia akan memenuhi tujuan yang telah ditetapkan dan merebut seluruh wilayah Donetsk timur. "Semua ini bermuara pada satu hal: kita merebut kembali wilayah ini dengan paksa, atau pada akhirnya pasukan Ukraina akan mundur," katanya. (bp)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































