Terkait Krisis di Nepal, Kemlu Ambil Tindakan untuk Jamin Keselamatan WNI

Jakarta, IDM – Kementrian Luar Negeri (Kemlu) RI menyatakan bahwa pihaknya terus mencermati secara saksama perkembangan situasi keamanan di Nepal dan mengambil langkah segera untuk menjamin keselamatan seluruh WNI yang tinggal di negaranya tersebut.
"Sebagai langkah cepat, Pemerintah Indonesia melalui KBRI Dhaka telah mengambil tindakan untuk memastikan keselamatan seluruh WNI di Nepal berkoordinasi dengan otoritas keamanan setempat," tulis Kemlu melalui keterangan resminya, Kamis (11/9).
Baca Juga: Filipina Kecam Rencana Cina Bentuk Cagar Alam di Scarborough Shoal
"KBRI Dhaka secara intensif terus menjalin komunikasi dengan 134 WNI, baik yang menetap, sedang berwisata, maupun yang tergabung dalam delegasi pertemuan internasional di Kathmandu. Hingga saat ini, seluruh WNI dilaporkan dalam kondisi aman. KBRI telah mengimbau agar mereka tetap waspada dan menghindari lokasi-lokasi demonstrasi," jelasnya.
Kemlu menuturkan, sejumlah WNI juga terdampak penutupan bandara. Dengan demikian, KBRI Dhaka terus melakukan koordinasi guna memastikan kondisi mereka tetap baik sampai kepulangan ke Tanah Air dengan selamat. KBRI Dhaka pun telah mengaktifkan hotline 24 jam.
Nepal, negara yang tidak memiliki akses laut dan terhimpit India serta Cina, telah lama dilanda kesulitan ekonomi. Sulitnya mendapat pekerjaan juga memperburuk krisis internal Nepal.
Di tengah kesulitan ini, para pejabat dan keluarganya seakan tidak menunjukkan empati. Mereka secara gamblang memamerkan kekayaan, yang secara luas diyakini hasil korupsi, melalui media sosial.
Baca Juga: Qatar Siapkan Respons Regional terhadap Serangan Israel
Kerusuhan akhirnya pecah setelah pemerintah memblokir penggunaan 26 platform media sosial yang belum terdaftar secara lokal — termasuk Facebook, X, YouTube, LinkedIn, dan WhatsApp pada pekan lalu.
Namun, pemerintah Nepal beralasan beberapa platform media sosial itu gagal mematuhi aturan baru yang mengharuskan perusahaan menunjuk kantor penghubung di Nepal. (bp)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































