INTERNASIONAL

Tanggapi Strategi Keamanan Jepang, Cina Kerahkan Kapal ke Pasifik

Juru Bicara Kemenlu Cina
Juru Bicara Kemenlu Cina (Dok. Fmprc.gov.cn)

Jakarta, IDM - Cina kerahkan Kapal Angkatan Laut untuk berlayar ke Perairan sekitar Jepang, Jumat (16/12). Hal ini dilakukan menanggapi tindakan Jepang merombak Strategi Keamanan Nasional yang dianggap offensif.

Dilansir dari AP, Jumat (16/12), Kapal-kapal perusak Lhasa dan Kaifeng berlayar melalui Selat Osumi di Jepang Selatan, sementara kapal pengintai Dongdiao berlayar melalui Selat Miyako di selatan Okinawa. Hal ini dinilai sebagai unjuk kekuatan Angkatan Bersenjata dalam menjaga kedaulatan nasional, integritas teritorial dan kepentingan geopolitik Cina. Sekaligus bertujuan untuk "mengirimkan sinyal yang menanggapi gerakan militeristik Jepang baru-baru ini."

Tindakan Cina bermaksud mengecam Buku Putih Pertahanan Jepang yang baru karena menyebut bahwa "Cina adalah tantangan strategis terbesar di kawasan Indo-Pasifik." Juru bicara Kementerian Luar Negeri China Wang Wenbin mengatakan bahwa Jepang telah “mengabaikan fakta, menyimpang dari komitmennya terhadap hubungan China-Jepang dan saling pengertian antara kedua negara, dan tanpa dasar mendiskreditkan China.”

Baca: Rusia akan Tingkatkan Uji Coba Rudal Balistik Antar Benua pada 2023

Selama ini, Cina secara rutin mengirim kapal perang melalui selat di antara pulau-pulau Jepang. Meskipun semua jalurnya diklasifikasikan sebagai perairan internasional, namun Jepang semakin khawatir karena kehadiran Cina yang semakin agresif khususnya terlebih lagi setelah Jepang menjalin hubungan bilateral dan latma militer dengan Amerika Serikat (AS).

Pertimbangan tersebut menjadi salah satu alasan dirombaknya kebijakan pertahanan Jepang yang memprioritaskan pertumbuhan ekonomi sekaligus menjaga keamanannya dengan meningkatkan kuantitas dan kualitas Angkatan Bersenjata. (bp)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.