Tanggapi Perjanjian Strategis Korut-Rusia, Korsel Pertimbangkan untuk Kirim Senjata ke Ukraina

Jakarta, IDM – Pemerintah Korea Selatan (Korsel) akan mempertimbangkan rencana mengirim senjata ke Ukraina usai Korea Utara (Korut) dan Rusia menandatangani 'Perjanjian Kemitraan Strategis Komprehensif'.
Sebelumnya, dalam perjanjian yang ditandatangani oleh Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Korut Kim Jong Un itu disepakati bahwa jika salah satu pihak mendapat serangan agresi, pihak lainnya harus segera memberikan bantuan militer maupun bantuan lain yang diperlukan.
Baca Juga: Ini Poin Penting Perjanjian Strategis antara Rusia-Korut
“Pemerintah menyatakan keprihatinan yang mendalam dan mengecam penandatanganan Perjanjian Kemitraan Strategis Komprehensif antara Korut dan Rusia, yang bertujuan untuk memperkuat kerja sama militer dan ekonomi,” kata Penasihat Keamanan Nasional Korsel Ho-jin Chang melansir Yonhap, Kamis (20/6).
“Kami berencana untuk mempertimbangkan terkait langkah dukungan senjata kepada Ukraina,” tambahnya.
Lebih lanjut, Chang menyebut kerja sama apa pun yang secara langsung atau tidak langsung membantu peningkatan militer Korut merupakan pelanggaran terhadap resolusi Dewan Keamanan Persenjataan Bangsa-bangsa.
Selain itu, menurutnya Korut dan Rusia memiliki sejarah masing-masing yang memprakarsai Perang Korea dan Perang Ukraina. Oleh sebab itu, Korsel akan menanggapi dengan tegas setiap ancaman keamanan melalui koordinasi dengan sekutu termasuk Amerika Serikat (AS).
“Kami akan lebih memperkuat deterens dari aliansi Korsel-AS dan kerja sama keamanan antara Korsel, AS dan Jepang untuk mencegah ancaman nuklir dan rudal Korut,” imbuhnya. (bp)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































