Taiwan Uji Coba Perdana HIMARS dari AS

Jakarta, IDM – Taiwan melakukan uji coba perdana Sistem Roket Artileri Mobilitas Tinggi (High Mobility Artillery Rocket Systems/ HIMARS) yang dibeli dari Amerika Serikat (AS) pada Senin (12/5).
AS merupakan pemasok senjata utama bagi Taiwan, meskipun tidak memiliki hubungan diplomatik resmi. Taiwan telah menghadapi tekanan militer yang meningkat dari Tiongkok, yang mengklaim pulau itu sebagai bagian dari kedaulatannya.
Baca Juga: Balas Serangan India, Pakistan Luncurkan Operasi Bunyanun Marsoos
Taiwan telah membeli 29 HIMARS dan 11 diantaranya telah diterima dari AS pada November tahun lalu sedangkan sisanya dijadwalkan akan dikirim tahun depan. Sistem ini telah digunakan oleh Ukraina melawan Rusia dalam pertempuran.
Perwira Ho Hsiang-yih mengatakan bahwa uji coba perdana yang dilakukan di Jiupeng ini diawasi langsung oleh otoritas Lockheed Martin guna mengantisipasi jika terjadi kendala.
Baca Juga: Zelensky Siap Bertemu Putin di Turki untuk Perundingan Damai
"Saya yakin bahwa penembakan roket ini menunjukkan tekad militer kepada rakyat kita untuk melindungi keamanan dan menjaga tanah air kita yang indah," ujarnya melansir Reuters. (bp)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































