Taiwan Pantau Perubahan Elite Militer Cina

Jakarta, IDM – Taiwan memantau dinamika dalam kepemimpinan militer Cina dan tidak akan mengurangi postur waspada maupun siap siaga karena tingkat ancaman tinggi.
Melansir Reuters, Senin (26/1), hal itu diungkapkan oleh Menteri Pertahanan Taiwan Wellington Koo, setelah Wakil Ketua Komisi Militer Pusat Cina Zhang Youxia, jenderal paling berkuasa di bawah Xi, diselidiki karena diduga melakukan pelanggaran disiplin dan hukum yang serius.
Zhang telah lama dianggap sebagai sekutu militer terdekat Xi, yang memiliki pengalaman tempur karena ikut serta dalam konflik perbatasan tahun 1979 dengan Vietnam.
Baca Juga: PM Denmark Kecam Trump yang Ragukan Peran Sekutu NATO di Afghanistan
Sementara, menurut Wall Street Journal, mengatakan bahwa Zhang dituduh membocorkan rahasia nuklir kepada Amerika Serikat (AS) dan membentuk jaringan untuk melemahkan Partai Komunis Cina. Selain Zhang, perwira senior Liu Zhenli juga turut diselidiki.
"Kami akan terus memantau dengan cermat perubahan abnormal di antara tingkat atas partai, pemerintah, dan kepemimpinan militer Cina. Posisi militer didasarkan pada fakta bahwa Cina tidak pernah meninggalkan penggunaan kekuatan terhadap Taiwan," kata Koo.
Koo menuturkan, pihaknya akan menggunakan berbagai metode intelijen, pengawasan, dan pengintaian bersama, serta berbagi intelijen, untuk memahami kemungkinan niat Cina. Sebab, masih terlalu dini untuk menarik kesimpulan.
Baca Juga: Kesepakatan Damai Belum Dicapai, Ukraina, Rusia, dan AS akan Perundingan Lagi di Abu Dhabi
Cina memandang Taiwan, yang memiliki pemerintahan sendiri, sebagai bagian dari negaranya. Cina juga secara konsisten menggelar latihan militer di sekitar pulau tersebut. Sementara, Taiwan mengklaim telah merdeka dan berhak menentukan kedaulatan.
"Kita tidak akan membiarkan jatuhnya satu orang membuat kita lengah atau mengurangi tingkat kesiapan perang yang harus kita pertahankan. Mengenai ancaman terhadap kita, kita perlu fokus pada indikator dan tanda peringatan dini. Ini harus berkelanjutan tidak hanya di sisi militer tetapi juga di sisi nonmiliter," pungkas Koo. (bp)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































