Susul Inggris, Swedia akan Pertimbangkan Kirim Pasukan ke Ukraina Pascaperang

Jakarta, IDM – Perdana Menteri Swedia Ulf Kristersson mengatakan bahwa negaranya akan mempertimbangkan untuk mengirim pasukan penjaga perdamaian di Ukraina pascaperang. Namun, ia menegaskan perlu ada negosiasi lebih mendetail sebelum keputusan itu diambil.
Pernyataan Kristersson itu muncul usai Perdana Menteri Inggris Keir Starmer mengaku siap untuk mengirim pasukan penjaga perdamaian Inggris ke Ukraina. Menurutnya, hal itu dapat dilakukan demi menjamin keamanan tidak hanya di Ukraina melainkan seluruh Eropa.
Baca Juga: Hadapi Ancaman asteroid, Cina Bentuk Pasukan Pertahanan Planet
"Kami akan ambil bagian dalam diskusi itu dan tentu saja itu sangat mungkin. Perlu ada mandat yang sangat jelas untuk [pengerahan] pasukan itu dan saya rasa kita tidak dapat melihatnya sampai kita melangkah lebih jauh dalam negosiasi," katanya melansir Reuters, Senin (17/2).
"Namun, Swedia, merupakan bagian dari penguatan keamanan di wilayah kami, jadi saya perkirakan kami akan menjadi bagian dari itu," sambungnya.
Baca Juga: Kapal Perang Kanada Melintasi Selat Taiwan, Cina: Merusak Stabilitas Perdamaian
Dalam pernyataan terpisah, Menteri Luar Negeri Swedia Maria Malmer Stenergard mengatakan bahwa perdamaian yang adil dan berkelanjutan yang menghormati hukum internasional perlu diwujudkan. "Setelah perdamaian tersebut terwujud, kita perlu memastikannya dapat dipertahankan," imbuhnya. (bp)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































