Sudan dan Sudan Selatan Sepakat Bentuk Pasukan Gabungan di Perbatasan

Jakarta, IDM - Penguasa militer Sudan Letnan Jenderal Abdel Fattah al-Burhan dan Presiden Sudan Selatan Salva Kiir telah sepakat untuk membentuk pasukan gabungan untuk mengamankan perbatasan kedua negara sepanjang 1.800 km.
Dilansir dari Sudan Tribune, Jumat (13/1), kesepakatan itu diumumkan setelah kedua pemimpin melakukan pembicaraan di Ibu Kota Juba, Sudan Selatan. Dalam pertemuan tersebut, para pemimpin menekankan pentingnya menjaga stabilitas dan keamanan di sepanjang perbatasan untuk mendorong perdamaian dan kemakmuran bagi keduanya.
“Para pemimpin menegaskan kembali bahwa konsolidasi perdamaian internal di masing-masing kedua negara adalah tanggung jawab tunggal pasukan keamanan nasional mereka dan juga mengakui bahwa pendekatan kolaboratif bilateral dapat membantu secara efektif mengatasi masalah keamanan internal bilateral,” ujar pernyataan bersama kedua pihak.
Pasukan gabungan itu dikerahkan untuk mencegah infiltrasi senjata dan amunisi ilegal sekaligus memperkuat keamanan di perbatasan. Pasukan gabungan tersebut akan melakukan patrol secara berkala dan menghentikan peredaran ilegal tersebut yang telah lama menjadi masalah bagi keduanya.
“Kedua presiden mengakui bahwa pendekatan kerja sama bilateral akan memberikan kontribusi untuk mengatasi masalah keamanan dan internal dengan efisiensi tinggi di kedua negara. Pertemuan berkala akan berlaku bagi pasukan keamanan gabungan nasional terkait untuk bertukar informasi intelijen dan mengoordinasikan tindakan menghadapi potensi tantangan,” ujarnya.
Baca: Zelensky Bantah Klaim Rusia Taklukan Soledar
Dalam pernyataan bersama juga disebutkan bahwa kedua pihak akan mengatasi tantangan selain keamanan. Secara garis besar, upaya-upaya untuk menstabilkan kondisi politik dan ekonomi juga dianggap penting untuk dilakukan secara bilateral. (bp)
Hankam

Deretan Senjata Tempur Denjaka untuk Operasi Khusus Aspek Laut
Di balik nama Detasemen Jalamangkara (Denjaka), tersimpan daya gempur yang ditopang oleh persenjataan lintas platform. Satuan elite penanggulangan teror aspek laut TNI AL ini mengandalkan beragam senapan dan pistol khusus dari berbagai negara untuk menuntaskan misi di tri-matra.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































