Slovakia Sambut Dua Pesawat Tempur F-16 untuk Gantikan MiG-29

Jakarta, IDM – Slovakia akhirnya menerima dua dari 14 pesawat tempur F-16 baru buatan Amerika Serikat (AS). Pembelian itu untuk menggantikan pesawat tempur MiG-29 yang telah disumbangkan ke Ukraina.
Baca Juga: Jelang Peringatan 71 Tahun Gencatan Senjata, Korut Kecam Latihan Militer Korsel-AS
Dilansir dari AP, Selasa (23/7), Presiden Slovakia Peter Pellegrini merayakan kedatangan dua pesawat itu di pangkalan udara Kuchyna yang tiba pada Senin malam waktu setempat. “Pesawat ini berkontribusi secara signifikan terhadap peningkatan kemampuan pertahanan negara kita," katanya.
Negara anggota NATO itu akan menerima 12 pesawat tempur F-16 secara bertahap, dengan pengiriman per dua tahun. Pengiriman pertama ini terlambat setahun karena pandemi COVID.
Baca Juga: Parlemen Israel Labeli UNRWA Sebagai Organisasi Teroris
Pembelian belasan pesawat tempur tersebut disepakati pada tahun 2018, dengan biaya sekitar $1,6 miliar. Di bawah pemerintahan sebelumnya, Slovakia menghentikan penggunaan MiG-nya pada 2022 karena kurangnya suku cadang. Kendati demikian, sebagian pesawat buatan Rusia itu dikirim untuk membantu Ukraina. (bp)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































