Setelah ke Pentagon, Menhan Sjafrie Bertemu Menhan Jepang Bahas Tindak Lanjut Peluang Kerja Sama

Jakarta, IDM – Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin beserta jajaran bertemu dengan Menteri Pertahanan Jepang Shinjiro Koizumi saat transit di Bandar Udara (Bandara) Narita, Tokyo, Jepang, Kamis (16/4) waktu setempat.
Pertemuan dengan Menhan Koizumi dilakukan setelah Menhan Sjafrie melakukan agenda bilateral di Amerika Serikat, bertemu Menteri Perang Amerika Serikat (AS) Pete Hegseth di Pentagon, Washington D.C., AS, Senin (13/4) waktu setempat. AS dan Indonesia menghasilkan kesepakatan kerja sama pertahanan dalam bentuk Major Defense Cooperation Partnership (MDCP).
Dalam pertemuan dengan Koizumi, Sjafrie secara umum membahas penguatan kerja sama pertahanan Indonesia-Jepang, khususnya di bidang maritim.
Baca Juga: Satgas UNIFIL TNI akan Dirotasi pada Mei
“Serta komitmen kedua pihak untuk terus mendorong kerja sama yang saling menguntungkan sesuai kebutuhan dan prioritas masing-masing negara,” kata Kepala Biro Informasi Pertahanan Kementerian Pertahanan RI Brigadir Jenderal TNI Rico Ricardo Sirait kepada Indonesia Defense Magazine (IDM), Jumat (17/4).
Rico mengatakan, pertemuan tersebut juga menjadi bagian dari komunikasi strategis kedua negara untuk menindaklanjuti peluang kerja sama pertahanan ke depan.
Diketahui, Sjafrie sebelumnya telah mengunjungi Pangkalan Angkatan Laut Jepang atau Japan Maritime Self-Defense Force (JMSDF) di Yokosuka, pada 17 November 2025.
Baca Juga: Sepakat Gencatan Senjata, Militer Israel Tidak Mundur dari Lebanon
Saat itu, Sjafrie beserta jajaran meninjau kapal perang Mogami-class, kapal selam hingga kapal perusak (destroyer) Jepang. Potensi kerja sama termasuk pertukaran informasi dan latihan gabungan, peningkatan maritime domain awareness (MDA), dan eksplorasi kerja sama industri pertahanan di bidang kapal permukaan dan sistem persenjataan modern.
“Di bawah koordinasi erat antara kedua Menteri, Jepang akan terus memperkuat kerja sama dan pertukaran pertahanan dengan Indonesia untuk berkontribusi pada perdamaian dan stabilitas di kawasan,” tulis siaran pers Japan Ministry of Defense/Self-Defense Forces. (nma)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































