INTERNASIONAL

Sepakat Gencatan Senjata, Militer Israel Tidak Mundur dari Lebanon

Benjamin Netanyahu
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu saat mengumumkan kesepakatan gencatan senjata dengan Lebanon. (Foto: Dok. X/Prime Minister of Israel)

Jakarta, IDM – Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu telah menyepakati gencatan senjata selama 10 hari dengan Lebanon. Namun, ia menegaskan bahwa Israel belum setuju untuk menarik pasukan yang dikerahkan di Lebanon Selatan.

"Kita memiliki kesempatan untuk mencapai kesepakatan perdamaian bersejarah dengan Lebanon," kata Netanyahu melansir platform X, miliknya, Jumat (17/4).

Baca Juga: Iran Peringatkan Blokade AS Ancam Gencatan Senjata

Ia juga mengatakan bahwa Israel akan mempertahankan 'security buffer zone', area sepanjang 10 km di perbatasan di Lebanon Selatan yang dijaga oleh Pasukan Bersenjata Israel (IDF). Ia pun tetap menuntut pelucutan senjata Hizbullah.

Kesepakatan ini diraih usai perundingan tatap muka antara delegasi Israel dan Lebanon, yang dimediasi oleh Amerika Serikat (AS). Dalam pernyataan bersama, kedua pihak disebut akan bekerja sama untuk menciptakan kondisi yang kondusif bagi perdamaian abadi, pengakuan penuh atas kedaulatan dan integritas wilayah masing-masing.

"Israel tidak akan melakukan operasi militer ofensif apa pun terhadap sasaran Lebanon, termasuk sasaran sipil, militer, dan sasaran negara lainnya, di wilayah Lebanon melalui darat, udara, dan laut," tulis pernyataan bersama, melansir laman Kemlu AS State.gov.

Kendati demikian, Israel disebut tetap berhak melakukan bela diri dari segala ancaman. "Israel akan tetap mempertahankan haknya untuk mengambil semua tindakan yang diperlukan untuk membela diri, kapan pun, terhadap serangan yang direncanakan, akan segera terjadi, atau sedang berlangsung," katanya.

Baca Juga: Satgas UNIFIL TNI akan Dirotasi pada Mei

Sementara, Pemerintah Lebanon akan mengambil langkah yang diperlukan untuk mencegah Hizbullah dan semua kelompok bersenjata non-negara untuk melakukan serangan di wilayah Lebanon maupun Israel.

AS juga akan terus memfasilitasi perundingan Israel-Lebanon guna menyelesaikan semua masalah yang tersisa, termasuk penetapan batas darat internasional agar tercipta perdamaian abadi antara kedua negara. (bp)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.