Serangan Udara Militer Junta Myanmar Tewaskan Puluhan Warga Sipil

Jakarta, IDM – Rezim militer Junta Myanmar melakukan serangan udara dengan membom sebuah pertemuan anti Junta di wilayah Sagaing, Selasa (11/4). Serangan tersebut setidaknya menewaskan 53 orang tewas termasuk 15 perempuan dan anak-anak.
Dilansir dari BBC, Rabu (12/4), seorang penduduk desa mengatakan bahwa sebuah jet militer telah terbang sekitar pukul 07:00 waktu setempat dan menjatuhkan bom, diikuti oleh helikopter tempur yang menyerang desa Sagaing selama 20 menit. Jumlah korban tewas diperkirakan terus bertambah karena proses SAR masih terus dilakukan.
Baca Juga: Resmi Jadi Anggota NATO, Finlandia akan Borong David’s Sling
"Tolong panggil jika kamu masih hidup, kami datang untuk membantumu," ujar saksi mata yang turut mencari korban lainnya.
Kelompok anti Junta memang telah melakukan beberapa perlawanan terhadap pemerintahan militer di Myanmar, dengan membentuk milisi mereka sendiri yang diberi nama People's Defence Forces (PDF) dan menjalankan sekolah maupun klinik independen.
Komisaris PBB untuk HAM Volker Turk mengungkapkan keprihatinan terhadap kejadian tersebut. Menurutnya, militer Junta telah mengabaikan aturan hukum internasional secara terang-terangan.
Baca Juga: Turki Resmi Operasikan Kapal Serbu Amfibi TCG Anadolu
"Seperti yang telah saya catat sebelumnya, ada alasan untuk percaya bahwa militer dan milisi yang berafiliasi dengannya bertanggung jawab atas berbagai pelanggaran dan pelanggaran HAM yang sangat masif sejak 1 Februari 2021, beberapa di antaranya merupakan kejahatan terhadap kemanusiaan dan kejahatan perang."
PBB mencatat, sejak diambil alih Junta, Myanmar berada dalam krisis kemanusiaan maupun politik. Diperkirakan ribuan orang tewas dalam berbagai perang saudara dan sekitar 1,4 juta orang mengungsi. Sehingga, hampir sepertiga penduduknya membutuhkan bantuan kemanusiaan. (bp)
Hankam

Deretan Senjata Tempur Denjaka untuk Operasi Khusus Aspek Laut
Di balik nama Detasemen Jalamangkara (Denjaka), tersimpan daya gempur yang ditopang oleh persenjataan lintas platform. Satuan elite penanggulangan teror aspek laut TNI AL ini mengandalkan beragam senapan dan pistol khusus dari berbagai negara untuk menuntaskan misi di tri-matra.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































