Sebut AS Sebagai Ancaman, Presiden Korut Serukan Kesiapan Senjata Nuklir

Jakarta, IDM – Presiden Korea Utara (Korut) Kim Jong Un kembali mengecam pengembangan senjata nuklir Amerika Serikat (AS). Menurutnya, hal itu harus ditanggapi dengan 'sikap penanggulangan' yang tegas.
"Seperti yang ditekankan dalam beberapa kesempatan baru-baru ini, sarana nuklir strategis AS menimbulkan ancaman yang terus meningkat terhadap lingkungan keamanan Korut," kata Kim saat menginspeksi sebuah pangkalan rudal strategis di Korut, melansir KCNA, Rabu (23/10).
"Ancaman jangka panjang tersebut mendesak Korut untuk lebih meningkatkan deterens perang dan mengambil sikap penanggulangan yang menyeluruh dan tegas terhadap kekuatan nuklir," tambahnya.
Baca Juga: Israel Klaim Bunuh Calon Pemimpin Hizbullah
Selama inspeksi, Kim disebut memeriksa keseluruhan fungsi dan kemampuan utama fasilitas peluncuran rudal maupun unit operasional. Kim juga menggarisbawahi pentingnya memodernisasi pangkalan rudal tersebut.
Pernyataan itu Kim ungkapkan menjelang pemilu presiden AS sekaligus di tengah ketegangan yang meningkat dengan Korea Selatan selama beberapa bulan terakhir. (bp)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































