Sebanyak Lima Anjing Pelacak di Ekuador Mendapat Penghargaan Militer

Jakarta, IDM – Badan intelijen Ekuador memberikan penghargaan kepada lima anjing militer atas pengabdian mereka dan kesuksesannya dalam menggagalkan 'kejahatan terorganisir' yang dilakukan oleh jaringan geng ternama.
Dilansir dari AP, Selasa (4/6), kelima anjing itu bernama Dayco, Amanda, Apolo, Zeus dan Maly. Mereka mendapatkan penghargaan atas pengabdian mereka saat upacara brigade intelijen militer di Ibu Kota Ekuador, Quito pada beberapa waktu lalu.
Dalam upacara tersebut, anjing-anjing itu mendemonstrasikan kepiawaian mereka saat bertugas. Apolo bersama seorang personil menghampiri sekelompok orang, dan salah satu dari mereka melarikan diri dengan kecepatan penuh. Apolo langsung mengejar dan menjatuhkannya ke tanah. Saat digeledah, pria itu membawa narkoba.
Baca Juga: Tim Ahli PBB Serukan Semua Negara Akui Palestina
Ketika giliran Zeus, ia diperintahkan pergi ke sebuah kendaraan yang diparkir, lalu mengelilinginya. Ia pun berhasil menemukan bahan peledak di ban bagian kiri belakang.

"Anjing-anjing itu telah memainkan peran penting dalam keamanan publik dan perang melawan kejahatan terorganisir,” kata Kolonel Santiago Salazar, Komandan Brigade Intelijen Umum Calicuchima.
“Kami ingin memberikan penghormatan dan pengakuan yang adil kepada anjing-anjing atas peran mereka dalam operasi militer yang semakin intensif setelah deklarasi konflik bersenjata internal sebagai tanggapan terhadap kekerasan geng," tambahnya.
Baca Juga: Cina Bantah Telah Desak Banyak Negara untuk Tidak Hadiri KTT Perdamaian
Deklarasi yang dimaksud Salazar itu terkait diizinkannya pihak militer Ekuador dan unit anjing pelacak untuk berpartisipasi bersama polisi dalam mengendalikan ketertiban umum dan melakukan penggeledahan di jalan hingga penjara sejak awal tahun, di tengah meningkatnya kekerasan geng.
Sejak awal tahun 2021, Ekuador telah diguncang oleh serangan geng kriminal yang terkait dengan kartel di Kolombia dan Meksiko, yang berusaha untuk menguasai rute dan wilayah perdagangan narkoba. (bp)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































