Satgas Yonmek TNI akan Berangkat ke Lebanon untuk Misi Perdamaian

Jakarta, IDM – TNI tetap akan mengirimkan prajurit ke Lebanon Selatan. Mereka dikirim dalam Satgas Yonmek TNI Konga XXIII-T UNIFIL TA 2026.
Dilansir dari keterangan Yonif Para Raider 431, Kamis (2/4), para prajurit dikirim dalam upacara pemberangkatan yang dilaksanakan oleh Brigif 3/Tri Budi Sakti pada Rabu (1/4).
Baca Juga: Inggris dan 35 Negara akan Bahas Langkah Membuka Selat Hormuz
"Kegiatan ini menandai kesiapan prajurit dalam menjalankan tugas sebagai pasukan penjaga perdamaian dunia di wilayah Lebanon Selatan dalam misi UNIFIL," tulis keterangan Yonif Para Raider 431.
Dalam amanat upacara, disampaikan bahwa prajurit harus menjaga kehormatan bangsa, disiplin, serta profesionalisme selama melaksanakan tugas.
Baca Juga: Kecewa Serangan ke Iran Tak Didukung, AS akan Evaluasi Hubungan dengan NATO
"Kehormatan tertinggi adalah saat negara memanggil untuk misi perdamaian dunia. Selamat bertugas kepada Satgas UNIFIL Lebanon 2026," tulis keterangan Yonif Para Raider 431.
Dijelaskan pemberangkatan Satgas UNIFIL Lebanon 2026 adalah untuk mengemban misi kemanusiaan di bawah bendera PBB.
Hankam

Deretan Senjata Tempur Denjaka untuk Operasi Khusus Aspek Laut
Di balik nama Detasemen Jalamangkara (Denjaka), tersimpan daya gempur yang ditopang oleh persenjataan lintas platform. Satuan elite penanggulangan teror aspek laut TNI AL ini mengandalkan beragam senapan dan pistol khusus dari berbagai negara untuk menuntaskan misi di tri-matra.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































