Satgas SEMPU XXV-Q Gelar Latihan Menembak di Lebanon

Jakarta, IDM – Satuan Tugas Sector East Military Police Unit (SEMPU) XXV-Q menggelar latihan menembak di Blat, Marjayoun, Lebanon Selatan pada beberapa waktu lalu.
Baca Juga: Presiden Iran Sebut Jadi Target Serangan Israel Selama Perang 12 Hari
Satgas SEMPU XXV-Q berada di Lebanon sebagai bagian dari Kontingen Garuda di bawah misi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL). Latihan ini mencakup penggunaan senjata laras panjang dan pistol. Tujuannya untuk mengasah profesionalime dan kemampuan tempur, khususnya meningkatkan akurasi tembakan.

Kegiatan yang dipimpin langsung oleh Komandan Latihan yaitu Kapten Laut (PM) Suyitno ini juga bagian dari pembinaan lanjutan untuk memastikan kesiapan dan kemampuan taktis setiap prajurit di daerah misi. Kemampuan menembak merupakan salah satu kompetensi dasar yang wajib dimiliki seorang prajurit.
Baca Juga: Trump dan Netanyahu Gelar Pertemuan Mendadak di Gedung Putih, Bahas Peluang Gencatan Senjata di Gaza
"Kegiatan menembak dilaksanakan dalam keadaan aman, tertib dan lancar dengan mengutamakan standar dan prosedur keamanan serta keselamatan yang ketat," bunyi keterangan resmi PMPP TNI Rabu (9/7). (bp)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































