Satgas Indo RDB XXXIX-G/MONUSCO Alirkan Air Bersih Bagi Masyarakat Lokal

Jakarta, IDM - Satgas Indo RDB XXXIX-G/MONUSCO menyalurkan bantuan air bersih kepada masyarakat yang tinggal sementara di kamp pengungsi internal di Desa Kibonge, Republik Demokratik Kongo pada beberapa waktu lalu.
Baca Juga: Hadiri KTT APEC 2025, Presiden Prabowo Perkuat Peran Indonesia di Asia Pasifik
Melansir keterangan tertulis PMPP TNI, Jumat (31/10), dipimpin oleh Mayor Tedi S, tim yang terdiri dari 12 personel ini bergerak dengan tekad untuk mendukung mereka yang menghadapi kesulitan.
"Kegiatan itu berjalan lancar, memberikan kesegaran sekaligus harapan baru bagi penduduk pengungsi. Satgas Indo RDB XXXIX-G Monusco, bertujuan untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat pengungsi dan berkontribusi pada kesejahteraan penduduk setempat," tulis PMPP TNI.
Baca Juga: Satgas Yonmek TNI XXIII-S/UNIFIL Beri Pelayanan Kesehatan Gratis ke Masyarakat Lebanon
Keterlibatan Satgas dalam misi kemanusiaan ini mencerminkan komitmen kuat untuk mendukung masyarakat rentan dan memperkuat ikatan antara Indonesia dan masyarakat setempat dalam upaya bersama untuk mencapai perdamaian berdasarkan nilai-nilai kemanusiaan. (bp)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































