Satgas Hospital XXIX-P Berlatih Kemampuan Pertolongan Pertama Henti Jantung

Jakarta, IDM – Personel Satgas Hospital XXIX-P, yang bertugas dalam misi menjaga perdamaian UNIFIL, melakukan latihan basic life support di Hospital Level II UN Headquarter Naqoura, Lebanon, beberapa waktu lalu.
Melansir keterangan resmi PMPP TNI, Senin (7/7), selain prajurit TNI, personel medis dan paramedis dari berbagai negara juga turut berpartisipasi.
Mereka berlatih teknik resusitasi jantung paru (RJP), penggunaan automated external defibrillator (AED), serta penanganan sumbatan jalan napas.
Baca Juga: Perundingan Gencatan Senjata Israel-Hamas Berakhir Tanpa Hasil
Tujuannya untuk memelihara dan meningkatkan keterampilan dasar pertolongan pertama pada korban henti napas dan henti jantung.
Komandan Satgas Hospital XXIX-P, Mayor Ckm Audrianto menyampaikan bahwa kemampuan basic life support merupakan keterampilan vital yang wajib dimiliki seluruh personel kesehatan yang tengah bertugas.
“Latihan ini sangat penting untuk memastikan setiap personel siap menghadapi situasi darurat medis, baik di dalam lingkungan rumah sakit maupun di lapangan saat mendukung operasi kemanusiaan,” ujar Audrianto.
Baca Juga: Menteri Sayap Kanan Israel Desak Netanyahu Segera Taklukkan Gaza dan Tolak Gencatan Senjata
Selain teori, latihan ini juga mencakup praktik langsung, simulasi kasus, dan evaluasi keterampilan oleh para instruktur bersertifikasi.
Dengan adanya latihan ini, seluruh personel Satgas Hospital XXIX-P diharapkan semakin sigap, profesional, dan memberikan pelayanan kesehatan yang optimal saat bertugas. (bp)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































