Satgas BGC TNI Berhasil Bujuk Milisi Kongo Menyerah

Jakarta, IDM - Kegiatan Civil Military Coordination (CIMIC) terbukti merupakan cara yang ampuh untuk menarik simpati warga di daerah misi perdamaian.
Seperti yang dilakukan oleh Satgas Batalyon Gerak Cepat (BGC) TNI Kontingen Garuda (Konga) XXXIXx-C/MONUSCO dalam mengimplementasikan slogan "Win the heart and mind of the people" sehingga kembali mampu membujuk para milisi untuk secara sukarela menyerahkan senjata pada hari Jumat (20/08/21).
Dikutip dari Instagram resmi PMPP TNI, kronologi penyerahan milisi berawal dari laporan Disarmament Demobilization Reintegration (DDR/RR) yang diterima Pasi Intel, kemudian laporan kepada Komandan Satgas (Dansatgas) BGC TNI, Kolonel Inf Sandi Kamidianto, tidak menunggu lama perintah Komando atas untuk segera membentuk tim penjemputan milisi, setelah itu tim Long Range Patrol (LRP) yang dipimpin oleh Komandan Kompi A Mayor Inf Ahmad Ridho beserta 36 personil, Language Asistant (LA) dan DDR/RR menuju lokasi di Desa Luhago yang berjarak 37 KM dari Walungu.

Setelah melakukan koordinasi dan pendataan yang mendalam dengan para milisi yang dihadiri pula oleh Angkatan Bersenjata DRC (FARDC), LA, Lokal Otoritas, serta DDR/RR, kemudian para milisi mau menyerahkan diri.
Milisi ini merupakan kelompok dari RM Bralima dipimpin oleh General Bralima Kelele (40 Th) dengan anggota 15 orang, terdiri dari 13 Laki-laki dan 2 Perempuan, memiliki senjata 4 Pucuk Ak 47, Magazen 4 buah, Amunisi 101 butir, 3 buah jimat, 1 buah dokumen, 4 buah parang, dan 1 buah tombak.
"Selanjutnya para milisi dan senjata yang telah diserahkan kepada personel Satgas BGC TNI, diserahkan kembai kepada staf MONUSCO dalam hal ini DDR Unit. Dengan tujuan untuk dilaksanakan proses lebih lanjut sesuai ketentuan UN yang berlaku". Ungkap Dansatgas. (man)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































