INTERNASIONAL

Rusia-Ukraina Kembali Lakukan Pertukaran Tawanan Perang

prajurit Ukraina.
Para prajurit Ukraina yang menjadi tawanan perang kembali ke Kyiv. (Dok. X/Volodymyr Zelensky Official)

Jakarta, IDM – Rusia dan Ukraina kembali melakukan pertukaran tawanan sebagai bagian dari kesepakatan yang dibuat selama perundingan langsung di Istanbul pada 2 Juni lalu.

Tawanan perang yang dikembalikan pada beberapa waktu lalu ini merupakan prajurit berusia antara 18-25 tahun, khususnya yang terluka parah dan terjangkit penyakit. Namun, tidak diungkapkan berapa jumlah tentara yang kembali ke rumah masing-masing.

Baca Juga: Tambah Anggaran Pertahanan, Kanada akan Capai Target 2% NATO

"Kami melanjutkan pemulangan warga kami, sebagaimana disepakati di Istanbul. Ini menandai tahap pertama pemulangan prajurit kami yang terluka dan terluka parah dari tahanan Rusia. Mereka semua membutuhkan perhatian medis segera. Ini adalah tindakan kemanusiaan yang penting," kata Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky melalui platform X, Rabu (11/6).

"Pertukaran akan terus berlanjut. Kami melakukan segala yang kami bisa untuk menemukan dan memulangkan setiap orang yang ditawan. Saya berterima kasih kepada semua orang yang berkontribusi pada upaya ini," sambungnya.

Senada, Kementerian Pertahanan (Kemhan) Rusia mengatakan bahwa mereka juga telah menerima pasukan yang dibebaskan Kyiv sebagai bagian dari kesepakatan tersebut. Para prajurit Rusia tiba di wilayah Belarus, di mana mereka menerima bantuan psikologis dan medis. Tidak disebutkan jumlah prajurit yang dikembalikan.

"Pada 10 Juni, sesuai dengan perjanjian Rusia-Ukraina yang dicapai di Istanbul pada tanggal 2 Juni, kelompok kedua prajurit Rusia kembali dari wilayah yang dikuasai oleh rezim Kyiv. Sebagai gantinya, Rusia mengembalikan sekelompok prajurit Ukraina," kata Kemhan Rusia melalui Telegram.

Baca Juga: Israel Tahan Kapal Bantuan Bawa 12 Aktivis yang Menuju Gaza

"Saat ini, para prajurit Rusia itu tinggal di wilayah Belarus di mana mereka menerima bantuan psikologis dan medis yang dibutuhkan. Mereka semua akan dibawa ke Rusia untuk perawatan medis dan rehabilitasi di pusat-pusat medis Kementerian Pertahanan Rusia," pungkasnya.

Selain pertukaran tawanan perang, Rusia-Ukraina juga sepakat untuk mengembalikan jasad para prajurit yang gugur di medan tempur. Menurut juru bicara kepresidenan Rusia Dmitry Peskov, belum ada kesepahaman akhir mengenai jumlah jasad yang akan dikembalikan. (bp)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.