INTERNASIONAL

Israel Tahan Kapal Bantuan Bawa 12 Aktivis yang Menuju Gaza

kapal bantuan
Kapal Madleen yang berupaya berlayar membawa bantuan ke Gaza. (Foto: Dok. X/Francesca Albanese UN Special Rapporteur oPt)

Jakarta, IDM – Pasukan Israel telah menahan kapal bantuan menuju Gaza, yang juga membawa 12 awak kapal termasuk aktivis Greta Thunberg dan Rima Hassan, anggota Parlemen Eropa asal Prancis.

Kapal pesiar 'Madleen' yang dioperasikan oleh Freedom Flotilla Coalition (FFC) yang pro-Palestina, bertujuan untuk mengirimkan sejumlah bantuan ke Gaza dan meningkatkan kesadaran internasional tentang krisis kemanusiaan di sana.

Namun, FFC mengatakan bahwa kapal itu dicegat sebelum mencapai Gaza. Beberapa jam kemudian, Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Israel mengonfirmasi bahwa kapal itu berada di bawah kendali Israel.

Baca Juga: Sekjen NATO akan Targetkan Anggaran Pertahanan Capai 5% dari PDB

"Kapal pesiar swafoto milik 'para selebriti' itu dengan selamat berlayar menuju pantai Israel. Para penumpang diharapkan kembali ke negara asal mereka.Sementara Greta dan yang lainnya berusaha melakukan provokasi media yang tujuan utamanya adalah untuk mendapatkan publisitas dan hanya mencakup kurang dari satu truk bantuan," tulis Kemlu Israel melalui platform X, Senin (9/6).

Adapun, Kapal Madleen membawa paket bantuan kemanusiaan skala kecil, termasuk beras dan susu formula bayi. Kemlu Israel mengatakan pasokan bantuan itu akan dibawa ke Gaza melalui organisasi yang memang bertugas resmi.

"Ada beberapa cara untuk mengirimkan bantuan ke Jalur Gaza, cara tersebut tidak melibatkan swafoto Instagram. Bantuan dalam jumlah kecil yang ada di kapal pesiar dan tidak dikonsumsi oleh 'para selebriti' itu akan ditransfer ke Gaza melalui saluran kemanusiaan yang semestinya," sambungnya.

Baca Juga: Usai Bertikai, Thailand-Kamboja Sepakat Meredakan Ketegangan di Perbatasan

Setelah Madleen berlayar, Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, memerintahkan pasukan militer untuk mencegah kapal itu mencapai Gaza. Menurutnya, misi itu merupakan upaya propaganda untuk mendukung Hamas.

Reporter khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk Hak Asasi Manusia di wilayah Palestina, Francesca Albanese, mendukung operasi Madleen dan mendesak kapal-kapal lain untuk menantang blokade Gaza.

"Sementara Madleen harus segera dibebaskan, setiap pelabuhan Mediterania harus mengirimkan kapal berisi bantuan, solidaritas, dan kemanusiaan ke Gaza. Mereka akan berlayar bersama, bersatu, mereka tidak akan terhentikan. Breaking The Siege merupakan kewajiban hukum bagi negara, dan keharusan moral bagi kita semua," tulisnya melalui platform X. (bp)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.