Rusia Sebut Ukraina Melakukan 23.800 Pelanggaran Gencatan Senjata

Jakarta, IDM – Kementrian Pertahanan (Kemhan) Rusia menyebut bahwa Ukraina telah melakukan pelanggaran sebanyak 23.802 kali selama gencatan senjata tiga hari pada 9-11 Mei.
"Pasukan Ukraina melancarkan 12 upaya penyerangan dan melakukan 767 pengeboman terhadap posisi Rusia menggunakan sistem roket peluncuran ganda, artileri lapangan, dan mortir. Mereka juga melancarkan 6.905 serangan drone," kata Kemhan Rusia melalui Telegram, Selasa (12/5).
Baca Juga: Pembukaan Selat Hormuz Menjadi Topik Utama Perundingan Iran-AS
Rusia dan Ukraina sepakat untuk gencatan senjata sementara di tengah peringatan Victory Day ke-81, hari kemenangan Uni Soviet atas Nazi Jerman dalam Perang Dunia II. Selama gencatan senjata, keduanya saling tuduh telah melakukan pelanggaran.
"Secara total, tercatat 23.802 pelanggaran gencatan senjata oleh pihak Ukraina selama periode gencatan senjata di zona operasi militer khusus," kata Kemhan Rusia.
Sebelumnya, Presiden Rusia Vladimir Putin menyatakan siap bertemu dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky di negara ketiga, tetapi hanya perundingan telah mencapai finalisasi untuk mengakhiri konflik yang telah berlangsung lebih dari empat tahun.
Baca Juga: Korut Ikut Parade Victory Day, Korsel: Hubungan dengan Rusia Semakin Erat
Sementara, Zelensky mengatakan pihaknya dan Amerika Serikat (AS) telah membahas kemungkinan format perundingan dengan Putin “yang bertujuan untuk mengakhiri perang Rusia".
Awalnya Rusia-Ukraina mengumumkan gencatan senjata sepihak. Rusia mengusulkan 8-9 Mei, sedangkan Ukraina ingin mulai sejak 6 Mei. Namun akhirnya keduanya sepakat untuk gencatan senjata pada 9-11 Mei berdasarkan usulan Presiden AS Donald Trump. (bp)
Hankam

Pengerahan 20 Ribu Prajurit TNI AL ke Jakarta: Siaga Ibu Kota dan Latihan di Tanjung Burung
TNI AL mengerahkan sebanyak 20.980 prajurit ke wilayah DKI Jakarta dan daerah penyangga. Pengerahan skala besar ini berfungsi untuk mempertebal pengamanan objek vital sekaligus mempersiapkan rangkaian latihan pendaratan amfibi.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































