Rusia: Pengerahan Pasukan Militer Barat di Ukraina Merupakan Intervensi

Jakarta, IDM – Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov menyatakan bahwa keberadaan pasukan dan infrastruktur militer Barat di wilayah Ukraina tidak dapat diterima dan akan dianggap sebagai intervensi.
Baca Juga: Pemimpin Tertinggi Iran Peringatkan AS akan Perang Regional
"Pengerahan unit militer, fasilitas militer, gudang, dan infrastruktur negara-negara Barat lainnya di Ukraina tidak dapat diterima bagi kami dan akan diklasifikasikan sebagai intervensi asing, yang menimbulkan ancaman langsung terhadap keamanan Rusia," kata Lavrov saat konferensi pers terkait langkah diplomatik Rusia selama tahun lalu, melansir laman Kemlu Rusia Mid.ru, Selasa (3/2).
Lavrov mengkritik tuntutan Ukraina yang ingin jaminan keamanan dari sekutu Barat khususnya Amerika Serikat (AS), termasuk pengerahan Pasukan Multinasional. Menurutnya, tindakan itu sama saja menciptakan pijakan untuk konfrontasi lebih lanjut dengan Rusia.
"Semua langkah yang diambil oleh Kyiv dan para pendukungnya akan kami pertimbangkan dalam menentukan posisi negosiasi kami," pungkasnya. (bp)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































