Rusia Klaim Tembak Jatuh 20 Drone Ukraina di Semenanjung Krimea

Jakarta, IDM - Kementerian Pertahanan (Kemhan) Rusia mengklaim pihaknya telah menembak jatuh 20 drone Ukraina yang diluncurkan di Semenanjung Krimea pada beberapa waktu lalu. Tidak ada laporan korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
Dilansir dari Tass, media pemerintah Rusia, Sabtu (12/8), sebanyak 14 drone berhasil dihancurkan oleh sistem pertahanan udara Rusia. Sementara, enam lainnya dijatuhkan oleh sistem elektronik jamming.
Baca Juga: Serangan Semakin Intens, Ukraina Evakuasi Ribuan Warga Sipil
"Tadi malam, pasukan Rusia telah menggagalkan upaya Kiev untuk melakukan serangan di Semenanjung Krimea menggunakan 20 kendaraan udara tak berawak (drone). Serangan yang digagalkan itu tidak menimbulkan korban atau kerusakan," bunyi pertanyaan Kemhan Rusia.
Dalam pernyataan terpisah, pejabat pemerintahan di Krimea Sergei Kryuchkov turut mengkonfirmasi adanya serangan drone Ukraina di bagian dekat perbatasan Semenanjung Krimea. Serangan itu menyebabkan lalu lintas di jembatan Krimea, yang menghubungkan Semenanjung Laut Hitam dengan wilayah Krasnodar Rusia, ditangguhkan selama sekitar dua jam.
Baca Juga: PBB: Korut Gencar Kembangkan Senjata Nuklir dan Hindari Sanksi Internasional
Sebelumnya, serangan 25 drone juga menargetkan Krimea pada 30 Juli. Semenanjung Krimea sendiri telah diduduki oleh Rusia sejak 2014, delapan tahun sebelum Presiden Vladimir Putin memerintahkan invasi besar-besaran ke tetangganya pada Februari 2022.
Hingga kini, kedua negara terus melakukan serangan drone khususnya sejak Ukraina meluncurkan drone ke Kremlin pada awal Mei. Tetapi, Ukraina tidak pernah mengklaim bertanggung jawab atas serangan tersebut. (bp)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































