Rusia Klaim Tembak Jatuh 103 Drone Ukraina dalam Sehari

Jakarta, IDM – Kementerian Pertahanan (Kemhan) Rusia mengklaim bahwa sistem pertahanan udaranya berhasil menghancurkan 103 drone yang diluncurkan Ukraina dalam sehari.
"Pertahanan udara menembak jatuh dua bom udara berpemandu Hammer buatan Prancis, tujuh proyektil roket HIMARS buatan Amerika Serikat, dan 103 drone tipe sayap tetap, termasuk 68 di luar area operasi militer khusus," kata Kemhan Rusia melansir Tass, Selasa (31/12).
Baca Juga: Korut Bentuk Strategi ‘Terkeras’ Lawan AS
Pasukan Rusia juga disebut melancarkan serangan udara terhadap lapangan udara militer, pabrik amunisi, fasilitas penyimpanan drone serang, serta titik material yang terkonsentrasi dalam 138 jam terakhir. Akibatnya, unit-unit tentara Ukraina kehilangan hingga 505 prajurit.
"Musuh kehilangan hingga 505 prajurit, sebuah tank Leopard produksi Jerman, dua pengangkut personel lapis baja M113 buatan AS, lima kendaraan tempur lapis baja, termasuk tiga Kirpi produksi Turki, satu Snatch buatan Inggris dan satu Kozak, lima kendaraan bermotor, sebuah howitzer Msta-B 152 mm dan dua howitzer D-30 122 mm," katanya.
Baca Juga: Presiden AS Umumkan Bantuan Tambahan Senilai $2,5 Miliar untuk Ukraina
Pertempuran terus berlangsung meskipun kedua belah pihak menyampaikan kesediaannya untuk mengakhiri konflik. Pada Minggu lalu, Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov mengaku siap untuk negosiasi.
"Kami selalu siap untuk berunding dan masih sip. Saya ingin menekankan secara khusus bahwa ini hanya dapat dilakukan dengan kesepakatan yang dapat diandalkan dan mengikat secara hukum yang harus menghilangkan akar penyebab konflik dan mengabadikan mekanisme ketidakmungkinanan untuk melanggarnya," jelasnya. (bp)
Hankam

Deretan Senjata Tempur Denjaka untuk Operasi Khusus Aspek Laut
Di balik nama Detasemen Jalamangkara (Denjaka), tersimpan daya gempur yang ditopang oleh persenjataan lintas platform. Satuan elite penanggulangan teror aspek laut TNI AL ini mengandalkan beragam senapan dan pistol khusus dari berbagai negara untuk menuntaskan misi di tri-matra.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































