Rusia Kecam AS dan Nato yang Memasok Senjata ke Ukraina

Jakarta, IDM - Vyacheslav Volodin, kroni Presiden Rusia, memperingatkan bahwa pasokan senjata Amerika Serikat (AS) dan NATO ke Ukraina akan menyebabkan malapetaka global. Pasokan tersebut membuat Rusia untuk melakukan serangan yang lebih kuat.
Dilansir dari Tass, Minggu (22/1), Volodin yang menjabat sebagai Ketua Duma Rusia, menilai pasokan senjata yang terus menerus diberikan ke Ukraina menunjukkan keterlibatan langsung AS dan NATO dalam konflik tersebut. Hal ini juga dinilai memprovokasi adanya pembalasan dengan senjata yang lebih kuat di masa depan.
“Pasokan senjata ke rezim Kyiv akan menyebabkan bencana global. Jika Washington dan negara-negara NATO mengirim senjata yang akan digunakan untuk menyerang kota-kota damai atau upaya menduduki tanah kami, ancaman yang telah mereka buat, ini akan memprovokasi pembalasan, langkah-langkah dengan penggunaan senjata yang lebih kuat," ujar Volodin.
Pernyataan Volodin muncul beberapa hari setelah perwakilan dari negara-negara barat berjanji untuk terus mendukung Ukraina saat melakukan pertemuan di Jerman. Volodin pun menekankan bahwa dengan keunggulan teknologi senjata Rusia, sekutu barat harus menyadari bahwa keputusannya dapat berdampak pada negaranya sendiri.
"Mengingat keunggulan teknologi senjata Rusia, politisi Barat yang telah membuat keputusan seperti itu harus menyadari bahwa ini dapat menyebabkan bencana global yang akan berdampak ke negara mereka," lanjut Volodin.
Baca: Presiden Prancis Berencana Tingkatkan Anggaran Pertahanan
Pada awal tahun ini, AS telah mengumumkan paket bantuan pertahanan tambahan senilai $2,5 miliar untuk Ukraina.
Bantuan itu mencakup Ranpur Infanteri Bradley, tank lapis baja Stryker serta 20.000 butir peluru artileri dan 600 peluru 155 mm. Sementara Inggris kirim tank tempur Challenger 2 dan Prancis kirim ranpur baja AMX-10. (bp)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































