Rusia dan Ukraina Kembali Perundingan Damai, Sepakat Pertukaran Ribuan Tawanan dan Jenazah Prajurit

Jakarta, IDM – Rusia dan Ukraina sepakat untuk kembali melakukan pertukaran tawanan dalam perundingan damai kedua di Istanbul, Turki pada Senin (2/6). Keduanya juga sepakat untuk mengembalikan masing-masing 6000 prajurit yang gugur saat bertempur.
"Pertama, kami akan menyerahkan 6.000 jenazah prajurit Ukraina ke pihak Ukraina. Kami telah melakukan tes DNA dan mengidentifikasi sebanyak mungkin jenazah. Minggu depan, kami akan mengembalikan jenazah-jenazah ini ke pihak Ukraina agar mereka dapat dimakamkan secara bermartabat," kata Vladimir Medinsky selaki kepala delegasi Rusia, melansir Telegram Russian Ministry of Foreign Affairs, Selasa (3/6).
Baca Juga: Perundingan Damai dengan Ukraina, Rusia Tuntut Penarikan Pasukan dari 4 Wilayah
Lebih lanjut, ia menuturkan bahwa keduanya akan kembali menukar masing-masing minimal 1.000 tawanan perang khususnya prajurit muda yang berusia dibawah 25 tahun. Namun, ia tidak menjelaskan kapan pertukaran ini akan dimulai.
"Kami telah menyepakati pertukaran tahanan terbesar hingga saat ini. Semua prajurit yang terluka parah dan sakit parah akan ditukar semuanya. Ini adalah sikap kemanusiaan dari pihak kami. Pendekatan yang sama 'all-for-all' akan diterapkan untuk menukar prajurit muda di bawah usia 25 tahun. Kuota pertukaran keseluruhan akan sedikitnya 1.000 orang dari masing-masing pihak, mungkin lebih. Jumlah ini sedang difinalisasi," jelasnya.
Senada, Menteri Pertahanan Ukraina Rustem Umerov sekaligus kepala delegasi Kyiv, juga mengungkapkan kesepakatan untuk kembali bertukar tawanan dan mengembalikan total 12.000 prajurit yang gugur.
Baca Juga: PBB: Kondisi di Gaza Sangat Buruk Meski Pengiriman Bantuan Berlanjut
"Satu-satunya kemajuan nyata hari ini adalah pada masalah pembebasan rakyat kami dari penahanan. Kami telah mencapai kesepakatan mengenai pertukaran 'all-for-all' semua yang terluka parah dan sakit parah; pertukaran 'all-for-all' semua prajurit berusia 18–25 tahun; san pengembalian jenazah prajurit yang gugur, 6.000 untuk 6.000," tulis Umerov melalui platform X.
"Ukraina berdiri teguh pada prinsip-prinsip kekuatan, keadilan, dan akal sehat. Kami menginginkan perdamaian. Namun, tidak dengan cara apa pun. Dan tidak dengan syarat-syarat agresor," sambungnya. (bp)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































