Rusia Bantah Korut Ikut Perang Melawan Ukraina

Jakarta, IDM – Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov membantah tuduhan bahwa pasukan Korea Utara (Korut) telah membantu Rusia dalam berperang melawan Ukraina.
Sebelumnya, The Guardian menyebut pasukan Korut ikut bertempur bersama Rusia dan beberapa diantaranya tewas, berdasarkan sumber militer anonim. Media asal Inggris itu juga mengatakan insinyur militer Korut telah dikerahkan untuk membantu Rusia menargetkan Kyiv dengan rudal balistik.
Baca Juga: Dua Prajurit UNIFIL Terdampak Serangan Israel
Selain itu, pada minggu lalu Menteri Pertahanan Korea Selatan (Korsel) Kim Yong-hyun juga mengatakan bahwa "ada kemungkinan besar" Korut mengerahkan pasukan untuk membantu Rusia melawan Ukraina.
"Ini tampaknya berita palsu lainnya," kata Peskov melansir Reuters, Minggu (13/10).
Baca Juga: Sebanyak 40 Negara UNIFIL Kecam Serangan Israel
Badan Intelijen Pertahanan (Defense Intelligence Agency/DIA) melaporkan ditemukannya puing-puing rudal balistik jarak pendek Korut di Kharkiv, Ukraina pada Januari lalu. Korut diyakini telah memasok setidaknya 3 juta peluru artileri dan puluhan rudal balistik ke Rusia. (bp)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































