Resmikan Destroyer 5.000 Ton, Presiden Korut Ingin Bangun Kapal Perang Lebih Besar

Jakarta, IDM – Presiden Korea Utara (Korut) meresmikan destroyer atau kapal perusak berbobot 5.000 ton dan mengatakan bahwa negaranya akan membangun kapal perang dengan bobot dua kali lipat lebih besar.
Baca Juga: Lima Negara Eropa Dorong Dukungan terhadap Ukraina Jelang KTT NATO
Melansir KCNA, Kamis (25/6), Kim menyampaikan pernyataan itu jelang upacara peresmian kapal perusak "tipe baru multi-misi Choe Hyon" di Pelabuhan Nampho pada beberapa waktu lalu.
"Kemampuan tempur angkatan laut kita akan tumbuh menjadi sesuatu yang mengagumkan di luar imajinasi," kata Kim.
Kim menggambarkan pengerahan Kapal Choe Hyon sebagai langkah strategis dan mendukung deterens nuklir Korut. Kapal perusak itu akan ditugaskan ke the West Sea Fleet Angkatan Laut Korut, guna mempertahankan Laut Barat.
Baca Juga: Trump Peringatkan Iran Soal Tarif Selat Hormuz
"Setelah Choe Hyon, kami akan segera menugaskan kapal perusak Kang Kon untuk beroperasi. Setelah itu, kami akan meluncurkan kapal perang strategis berbobot 10.000 ton satu demi satu," kata Kim, seraya menyerukan pembangunan escort ship, special-purpose vessels, serta pengembangan dan produksi sistem senjata bawah air.
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































