INTERNASIONAL

Ratusan Aktivis Global Berlayar Menuju Gaza dalam Misi Kemanusiaan

Ratusan Aktivis Global Berlayar Menuju Gaza dalam Misi Kemanusiaan
Global Sumud Flotilla berlayar menuju Gaza dalam misi kemanusiaan. (Foto: Dok. IG/Global Sumud Flotilla)

Jakarta, IDM – Ratusan aktivis melalui kapal internasional berlayar menuju Gaza dalam misi kemanusiaan besar yang bertujuan menyalurkan bantuan bagi warga Gaza.

Pada konvoi pertama, terdapat puluhan kapal sipil kecil yang membawa aktivis, pekerja kemanusiaan, tenaga medis, pelaut dan pasokan bantuan.

Seluruh armada berangkat dari pelabuhan di Spanyol pada 31 Agustus sebelum berkumpul di Tunisia. Rencananya, gelombang kedua bantuan akan berangkat pada 4 September.

Baca Juga: Kodaeral III Kerahkan 460 Personel Keliling Persuasif di Jakarta

Dilansir AlJazeera, Global Sumud Flotilla merupakan misi maritim terbesar yang pernah dikirim ke Gaza, dengan lebih dari 50 kapal dan perwakilan dari 44 negara.

Menurut Global Sumud Flotilla, delegasi dari 44 negara telah berkomitmen berlayar dalam misi ini untuk menyambangi blokade Israel.

Peserta berasal dari enam benua, termasuk Australia, Brasil, Afrika Selatan, serta sejumlah negara Eropa.

Kelompok tersebut menegaskan para peserta tidak mewakili pemerintah maupun partai politik mana pun.

Baca Juga: Dari Bakamla ke Marinir, Mayjen Ili Dasili Jabat Danpasmar 1

Misi ini digerakkan oleh empat koalisi utama yang sudah berpengalaman mengirimkan solidaritas ke Gaza, yakni Global Movement to Gaza (GMTG), sebelumnya dikenal sebagai Global March to Gaza, mengorganisir aksi solidaritas global untuk menentang blokade.

Kemudian, Freedom Flotilla Coalition (FFC), berpengalaman 15 tahun menjalankan misi laut, termasuk operasi Madleen dan Handala.

Yang ketiga, Maghreb Sumud Flotilla, berbasis di Afrika Utara, fokus pada dukungan kemanusiaan ke komunitas Palestina.

Terakhir, Sumud Nusantara, dipimpin rakyat Malaysia dan delapan negara lain, bertujuan memperkuat solidaritas negara-negara Selatan.

Baca Juga: 213 Siswa Ikuti Pendidikan Setukba Angkatan ke-47 di Lanud Adi Soemarmo

Diperkirakan perjalanan menempuh jarak sekitar 3.000 kilometer untuk menuju Gaza dan memakan waktu tujuh hingga delapan hari.

Adapun Flotila adalah kelompok kapal yang dikoordinasikan untuk mengirimkan bantuan ketika jalur darat dan udara tidak dapat digunakan.

Diketahui, Israel mengontrol ketat udara dan laut Gaza sejak 2007. Bandara internasional di wilayah itu sudah tidak berfungsi sejak dihancurkan pada 2001. Maka jalur laut jadi satu-satunya alternatif untuk menyalurkan bantuan. (Ykb)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Prajurit Denjaka

Deretan Senjata Tempur Denjaka untuk Operasi Khusus Aspek Laut

Di balik nama Detasemen Jalamangkara (Denjaka), tersimpan daya gempur yang ditopang oleh persenjataan lintas platform. Satuan elite penanggulangan teror aspek laut TNI AL ini mengandalkan beragam senapan dan pistol khusus dari berbagai negara untuk menuntaskan misi di tri-matra.

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.