INTERNASIONAL

Putin Tegaskan akan Tembak Jatuh F-16 di Ukraina

Presiden Rusia Vladimir Putin
Presiden Rusia Vladimir Putin. (Foto: Dok. Kremlin.ru)

Jakarta, IDM - Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan bahwa pihaknya tidak rencana untuk terlibat maupun mengacaukan negara NATO. Namun, ia menegaskan pesawat tempur F-16 yang dipasok oleh aliansi itu terhadap Ukraina tentunya akan menjadi target sistem pertahanan udara Rusia jika digunakan dalam perang.

Invasi Rusia ke Ukraina pada Februari 2022 telah memicu krisis terdalam dalam hubungan Rusia dengan Barat sejak Krisis Rudal Kuba tahun 1962.

Dilansir dari Kremlin.ru, laman Kepresidenan Rusia, Jumat (29/3), pernyataan itu Putin ungkapkan ketika meninjau langsung para pilot Angkatan Udara Rusia yang sedang berlatih. Putin pun menyebut aliansi militer pimpinan Amerika Serikat (AS) itu telah semakin ekspansif ke dekat wilayah Rusia sejak jatuhnya Uni Soviet pada tahun 1991.

Baca Juga: Korsel akan Kembali Luncurkan Satelit Pengintai Militer

“Kami tidak memiliki niat agresif terhadap negara-negara (NATO) ini. Gagasan bahwa kita akan menyerang negara lain seperti Polandia, negara-negara Baltik, dan Ceko juga adalah omong kosong belaka. Itu hanya omong kosong belaka,” kata Putin.

Lebih lanjut, ia menilai hubungan antara Rusia dengan AS sudah sangat renggang. Sebab, AS secara tidak langsung telah melawan Rusia karena mendukung Ukraina melalui bantuan finansial, senjata, dan intelijen.

Kemudian, ia mengungkapkan pandangannya terkait rencana NATO untuk mengirim pesawat tempur F-16 ke Ukraina. Menurutnya, penggunaan pesawat tersebut tidak akan mengubah situasi tempur di Ukraina.

Baca Juga: Rusia dan Korut Sepakat Tingkatkan Kerja Sama Atasi Pengintai

“Jika mereka memasok F-16 dan tampaknya (juga) melatih pilot, hal ini tidak akan mengubah situasi di medan perang. Kami akan menghancurkan pesawat tersebut sama seperti saat kami menghancurkan tank, kendaraan lapis baja, dan peralatan lainnya," ujarnya.

Ukraina, yang kini sudah lebih dari dua tahun berperang melawan Rusia, telah berupaya mendapat pesawat tempur F-16. Belgia, Denmark, Norwegia dan Belanda termasuk di antara negara-negara yang berjanji menyumbangkan pesawat tersebut. (bp)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Prajurit Denjaka

Deretan Senjata Tempur Denjaka untuk Operasi Khusus Aspek Laut

Di balik nama Detasemen Jalamangkara (Denjaka), tersimpan daya gempur yang ditopang oleh persenjataan lintas platform. Satuan elite penanggulangan teror aspek laut TNI AL ini mengandalkan beragam senapan dan pistol khusus dari berbagai negara untuk menuntaskan misi di tri-matra.

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.