Putin Tambah Anggaran Pertahanan Rusia Menjadi 32,5 Persen

Jakarta, IDM – Presiden Rusia Vladimir Putin menandatangani anggaran negara yang fokus meningkatkan belanja militer tahun 2025, di tengah upaya untuk menang dalam konflik dengan Ukraina.
Dilansir dari AP, Senin (2/12), alokasi untuk pertahanan mencapai 32,5 persen dari total anggaran nasional tahun 2025, atau sebanyak 13,5 triliun rubel (sekitar $12,6 triliun). Nilainya naik dari 28,3 persen dibanding tahun ini.
Baca Juga: AS Tidak Berencana Kirim Senjata Nuklir ke Ukraina
Pemerintahan Rusia telah menyoroti bahwa pihaknya akan memprioritaskan pertahanan untuk mendukung operasi militer khusus di Ukraina yang telah berlangsung selama hampir tiga tahun. Intelijen Barat memperkirakan konflik terbesar di Eropa sejak Perang Dunia II itu dan telah menguras sumber daya Rusia.
Sementara, Ukraina mendapat bantuan finansial terbaru dari Uni Eropa senilai €4,2 miliar (sekitar $4,4 miliar) dan komitmen bantuan €1,5 miliar ($1,6 miliar) setiap bulan dari pembekuan aset Rusia. (bp)
Hankam

Deretan Senjata Tempur Denjaka untuk Operasi Khusus Aspek Laut
Di balik nama Detasemen Jalamangkara (Denjaka), tersimpan daya gempur yang ditopang oleh persenjataan lintas platform. Satuan elite penanggulangan teror aspek laut TNI AL ini mengandalkan beragam senapan dan pistol khusus dari berbagai negara untuk menuntaskan misi di tri-matra.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































