INTERNASIONAL

Putin: Sebagian Senjata dari Barat untuk Ukraina Berakhir di Tangan Taliban

Presiden Rusia Vladimir Putin
Presiden Rusia Vladimir Putin. (Foto: Dok. Kremlin.ru)

Jakarta, IDM - Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan bahwa sejumlah senjata yang dipasok sekutu Barat untuk Ukraina telah dikirim ke Timur Tengah melalui pasar senjata ilegal dan berujung dijual ke Taliban.

“Sekarang mereka berkata: senjata masuk ke Timur Tengah dari Ukraina. Tentu saja itu terjadi, karena senjata itu dijual. Mereka dijual ke Taliban dan dari sana mereka tersebar ke mana pun," kata Putin melansir Reuters, Sabtu (4/11).

Sejak Rusia melakukan 'operasi khusus' ke Ukraina pada 24 Februari tahun lalu, negara-negara sekutu Barat telah mengirim bantuan senjata senilai puluhan miliar dolar ke Ukraina dalam upaya untuk memukul mundur pasukan Rusia.

Baca Juga: Prabowo Dampingi Jokowi Lepas 51,5 Ton Bantuan Kemanusiaan Indonesia untuk Palestina

Otoritas Ukraina mengatakan pihaknya terus melakukan kontrol ketat atas senjata apa pun yang dipasok ke negaranya, namun beberapa pihak intelijen Barat telah menyampaikan kekhawatiram terkait kemungkinan penjualan senjata ilegal. Pemerintahan Joe Biden pun telah meminta Ukraina untuk bertindak tegas dalam mengatasi kasus korupsi.

Sebelumnya pada Juni tahun lalu, kepala Interpol Jürgen Stock, memperingatkan bahwa beberapa senjata canggih yang dikirim ke Ukraina akan berakhir di tangan kelompok kejahatan terorganisir.

Baca Juga: Mengenal Doktrin Teritorial Terbaru TNI AD

Sementara, the Global Initiative Against Transnational Organized Crime, membuat laporan tentang perang Ukraina dan perdagangan senjata ilegal dan menegaskan tidak ada aliran senjata ilegal yang keluar dari zona konflik Ukraina.

Saat ini AS merupakan pendonor bantuan terbesar untuk Ukraina dan telah mengirim bantuan militer kepada Ukraina dengan nilai total sedikitnya $90 miliar. Persenjataan itu mencakup 160 howitzer 155 mm, 109 kendaraan tempur Bradley, lebih dari 111 juta butir amunisi senjata kecil, dan 38 sistem roket artileri mobilitas tinggi. (bp)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.