Putin Instruksikan Serangan Operasi Militer ke Ukraina

Jakarta, IDM - Presiden Rusia Vladimir Putin pada Kamis (24/2) mengumumkan operasi militer di Ukraina Timur. Putin menyampaikan pidato singkat yang menegaskan hal tersebut melalui siaran televisi. "Saya telah membuat keputusan militer,” ujar Putin.
Dikutip dari The Guardian, Kamis (24/2) ledakan terdengar di sejumlah kota-kota besar di Ukraina, termasuk Ibu Kota Kyiev. Bahkan, pasukan Rusia sudah mendarat di pelabuhan Selatan Ukraina, Odessa dan Mariupol.
Sementara itu, Menteri Luar Negeri Ukraina Dmytro Kuleba Rusia disebut telah meluncurkan invasi skala penuh ke Ukraina dan menargetkan kota-kota dengan serangan senjata.
"Ini adalah perang agresi. Ukraina akan mempertahankan diri dan menang. Dunia bisa dan harus menghentikan Putin. Waktunya untuk bertindak adalah sekarang". Ujar Kuleba.
Menurut wartawan Al Jazeera Andrew Simmons bandara Internasional Boryspil diserang. “Kami tidak yakin, apakah itu diledakkan atau apakah itu ledakan," ucap Andrew.
Sebelumnya, Amerika Serikat (AS) telah memberi peringatan kepada Rusia. Rusia disebut sudah siap untuk menyerang Ukraina dalam skala penuh pada hitungan jam. Menteri Menteri Luar Negeri Antony Blinken, Rabu (23/2) mengatakan semua akan dilihat dalam 24 sampai 48 jam untuk membuat Rusia menempatkan pasukannya di seluruh Ukraina.
Dikutip dari Euro News, Kamis (24/2) AS mengklaim, ada 100 persen pasukan militer siap melakukan invasi. "Kami hari ini menilai bahwa dia mendekati 100 persen dari semua pasukan yang kami antisipasi akan dikerahkan. (BFM)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































