Presiden Ukraina Ungkap Kemungkinan Perundingan dengan AS-Rusia akan Dilanjut

Jakarta, IDM – Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan bahwa kemungkinan perundingan trilateral dengan Rusia dan Amerika Serikat (AS) akan kembali dilakukan dalam beberapa minggu mendatang.
Melansir laman Kepresidenan Ukraina President.gov.uk, Sabtu (23/5), kemungkinan ini muncul setelah berlangsungnya perbincangan yang produktif dengan AS selaku mediator. Ia juga berharap pihak Rusia "tidak akan bersembunyi" dari negosiasi tersebut.
Baca Juga: Iran Tuntut Hak dan Pencabutan Sanksi AS
"Jika, dalam beberapa minggu mendatang, kita berhasil kembali ke komunikasi trilateral yang bermakna dan melibatkan Eropa, ini akan menjadi hasil yang tepat. Dari pihak kami, kami siap untuk langkah-langkah tersebut. Saya yakin mitra kami juga akan siap, dan bahwa Rusia tidak akan bersembunyi," ujarnya.
Lebih lanjut, ia memperkirakan bahwa Rusia tengah "mempertimbangkan skenario" untuk serangan tambahan dari Belarus ke wilayah utara Ukraina khususnya Chernihiv-Kyiv. Pihaknya telah mengambil langkah pencegahan untuk ancaman tersebut.
Baca Juga: NATO Fokus untuk Tidak Bergantung Pada Satu Negara
"Terus terang, sudah cukup menjengkelkan bahwa Ukraina terus-menerus menghadapi ancaman semacam ini, bahwa suatu saat Rusia mungkin akan menyeret Belarus ke dalam perluasan perang," imbuhnya.
Ia menekankan, target utama bagi Ukraina termasuk kilang minyak Rusia, fasilitas penyimpanan, dan infrastruktur lain yang terkait dengan produksi minyak. (bp)
Hankam

Deretan Senjata Tempur Denjaka untuk Operasi Khusus Aspek Laut
Di balik nama Detasemen Jalamangkara (Denjaka), tersimpan daya gempur yang ditopang oleh persenjataan lintas platform. Satuan elite penanggulangan teror aspek laut TNI AL ini mengandalkan beragam senapan dan pistol khusus dari berbagai negara untuk menuntaskan misi di tri-matra.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































