Presiden Ukraina Klaim 10.000 Tentara Korut akan Dikirim ke Rusia

Jakarta, IDM – Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan bahwa Rusia telah mulai mobilisasi baru dan sekitar 10.000 tentara Korea Utara (Korut) akan dikerahkan ke Kyiv.
"Saat ini, terdapat lebih dari 8.000 tentara Korut di wilayah Rusia. Selain itu, persiapan sedang dilakukan untuk mengerahkan 10.000 tentara tambahan; mereka sedang diseleksi untuk menjalani pelatihan dan kemudian dikirim ke Rusia," tulis Zelensky melalui platform X @ZelenskyyUa, Selasa (29/9).
Baca Juga: Hamas Kecam Dewan Perdamaian Gaza Tolak Bekerja Sama dengan UNRWA
Ia menuturkan, Rusia menggunakan berbagai metode untuk merekrut para tentara, termasuk dari negara asing. Sebagai timbal balik, Rusia membantu Korut memproduksi drone serang jenis Shahed.
Sementara, pihak Moskow telah berulang kali menolak klaim bahwa mereka merencanakan mobilisasi tambahan. Juru Bicara Kremlin Dmitry Peskov menyebut Ukraina mencoba untuk "mengganggu stabilitas ideologis" di Rusia.
Baca Juga: Iran Sebut Telah Sampaikan Proposal Hormuz ke Qatar
"Pihak Rusia telah memulai mobilisasi tambahan, mereka meningkatkan jumlah personel yang direkrut melalui berbagai cara. Mereka juga berencana menambah perekrutan warga asing, dan penting bagi pemerintah negara-negara asal para rekrutan tersebut untuk mengambil langkah penanggulangan. Kami akan memberikan informasi kepada setiap pemerintah terkait," ujar Zelensky.
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































