Presiden Rusia Sebut Ukraina Tembak Jatuh Pesawat Ilyushin Il-76 dengan Rudal Patriot

Jakarta, IDM - Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan bahwa Ukraina telah menggunakan sistem pertahanan udara Patriot yang dipasok oleh Amerika Serikat (AS) untuk menembak jatuh pesawat angkut militer Ilyushin Il-76 di wilayah Belgorod pada pekan lalu.
Dilansir dari Reuters, Kamis (1/2), Putin mengklaim bahwa Ilyushin Il-76 yang ditembak jatuh Ukraina itu membawa 74 orang. Seluruh penumpang dilaporkan tewas termasuk 65 tentara Ukraina yang menjadi tawanan perang. Namun, Rusia hingga kini belum memberikan bukti apapun.
Baca Juga: Tiga Negara NATO Sepakat untuk Percepat Postur Militer ke Sisi Timur
Sepekan setelah kejadian tersebut, Putin kembali mengatakan pihaknya telah melakukan penyelidikan dan Ukraina disebut menembak jatuh pesawat dengan dua rudal Patriot. Kendati demikian, ia mengaku menginginkan adanya penyelidikan skala internasional.
“Pesawat itu jatuh, dan secara pasti sistem Patriot Amerika sudah terpasang, analisis para ahli telah membuktikan hal itu. Kami mendesak agar penyelidikan internasional dilakukan. (Tapi) tidak ada organisasi internasional yang bersedia melakukan hal ini,” kata Putin.
Baca Juga: Tahun Ketiga Kudeta di Myanmar, Sekjen PBB Peringatkan Tindakan Kekerasan Harus Diakhiri
Sementara, Ukraina tidak membenarkan atau membantah tuduhan Rusia dan menuntut bukti yang nyata demi menguak kebenaran terkait puluhan penumpang yang berada di dalamnya. (bp)
Hankam

Deretan Senjata Tempur Denjaka untuk Operasi Khusus Aspek Laut
Di balik nama Detasemen Jalamangkara (Denjaka), tersimpan daya gempur yang ditopang oleh persenjataan lintas platform. Satuan elite penanggulangan teror aspek laut TNI AL ini mengandalkan beragam senapan dan pistol khusus dari berbagai negara untuk menuntaskan misi di tri-matra.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































