INTERNASIONAL

Presiden Putin Sebut Rusia Balas Serangan Infrastruktur Ukraina

Presiden Rusia Vladimir Putin
Presiden Rusia Vladimir Putin. (Foto: Dok. Kremlin.ru)

Jakarta, IDM – Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan bahwa pihaknya dengan tegas menanggapi serangan Ukraina terhadap infrastruktur energi dan e-commerce Rusia.

Melansir Anadolu, Jumat (16/10), hal itu ia ungkapkan saat menghadiri forum bisnis Rusia atau Delovaya Rossiya secara daring. Ia menegaskan, Rusia telah membalas serangan terhadap fasilitas Wildberries dan Ozon, dua e-commerce raksasa asal Rusia.

Lebih lanjut, ia menyoroti bahwa Ukraina kini berupaya mencari dukungan Barat untuk menekan Moskow agar menghentikan serangan balasan tersebut. Namun, kata dia, Ukraina seharusnya mempertimbangkan konsekuensi sebelum menyerang Moskow.

Baca Juga: Iran Tegaskan Terus Perkuat Militer

“Mereka mengambil langkah pertama, dan kami mulai menanggapi. Sekarang mereka mengeluh tentang serangan terhadap jenis fasilitas lain, termasuk infrastruktur energi dan pusat data. Mereka yang memulainya. Seharusnya tidak. Mereka seharusnya mempertimbangkan konsekuensinya dengan cermat sebelum mengambil langkah itu,” katanya.

Putin menuturkan, Ukraina terus menargetkan infrastruktur energi Rusia, termasuk menyerang kilang minyak di wilayah Saratov dan Ryazan pada Rabu (14/10). Beberapa fasilitas terkena serangan, tetapi kerusakannya tidak signifikan.

Sesaat setelah serangan tersebut, juru bicara Kremlin Dmitry Peskov menilai serangan Ukraina terhadap kilang minyak Rusia bertentangan dengan inisiatif perdamaian yang didorong oleh Amerika Serikat (AS).

Melalui platform Truth Social, Presiden AS Donald Trump mengumumkan bahwa Rusia dan Ukraina telah sepakat untuk gencatan senjata dan berhenti saling menyerang infrastruktur energi.

Baca Juga: Presiden Lebanon Desak AS Tekan Israel Berhenti Melakukan Serangan

Sementara, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan siap berhenti menyerang kilang minyak Rusia jika Moskow berhenti menyerang infrastruktur energi Ukraina. Ia menekankan, setiap de-eskalasi harus bersifat timbal balik dan didukung oleh jaminan.

Adapun, saling serang kembali dilakukan kemarin malam. Kementerian Pertahanan Rusia menyatakan melalui Telegram bahwa pasukannya menyerang pusat logistik Bloom di Teplodar, yang diyakini digunakan untuk menyimpan kargo militer serta barang dual use bagi pasukan Ukraina. Rusia juga menyerang sebuah kapal kargo yang membawa pasokan militer menuju pelabuhan Odesa.

Sedangkan, Angkatan Udara Ukraina mengklaim berhasil menangkal atau melumpuhkan 114 dari 149 drone Rusia yang diluncurkan selama kemarin. Sebanyak 27 drone lainnya menghantam 24 titik, dan puing-puing dari drone yang berhasil dicegat jatuh di 14 titik berbeda.

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.